Penanganan Untuk Bayi Yang Diare

Diare atau yang umum disebut mencret merupakan penyakit yang ditandai tingginya frekuensi buang air besar (lebih dari 3 kali sehari) yang disertai dengan encernya konsentrasi tinja. Penyakit ini biasanya disebabkan oleh makanan dan lingkungan yang kurang bersih. Diare pada bayi dapat menyebabkan dehidrasi dan turunnya nafsu makan sehingga mengakibatkan bayi menjadi kekurangan gizi. Gejala diare yang tidak tertangani dapat membahayakan keadaan bayi, bahkan jika bayi sampai menderita dehidrasi dapat menyebabkan kematian. Oleh karena itu dibutuhkan tindakan cepat untuk mengatasi diare.

Bagaimana Penanganan Untuk Bayi Yang Diare?

Jika bayi Anda menderita diare, segera lakukan beberapa tindakan pertolongan pertama seperti berikut ini:

  • Tingkatkan frekuensi pemberian ASI. Jika bayi menggunakan susu formula, berikanlah lebih sering untuk mencegah dehidrasi pada bayi.
  •  Berikan makanan seperti biasanya dengan jumlah air minum yang lebih sering, sehingga bayi tidak mengalami dehidrasi dan penurunan berat badan yang drastis.
  • Berikan oralit setiap kali buang air besar.  Jika tidak ada, Anda dapat membuatnya sendiri dengan mencampurkan gula dan garam ke dalam segelas air hangat.
  • Jika diare yang dialami telah sembuh, maka lakukan perbaikan gizi makanan untuk mengembalikan berat badan seperti semula.
  • Jika bayi mengalami muntah, tunggulah selama 10 menit dan berikan cairan oralit sedikit demi sedikit. Lakukan hal ini hingga diare teratasi
  • Selama diare, Anda dapat memberikan tablet zinc untuk mempercepat proses penyembuhan diare. Jika bayi Anda berusia kurang dari 6 bulan maka dosisnya 10 mgr/hari (½ tablet) selama 10 hari. Sebaliknya jika bayi Anda berusia lebih dari 6 bulan maka dosisnya 20 mgr/hari (1 tablet) selama 10 hari.
  • Jika langkah-langkah di atas tidak membuahkan hasil maka segeralah bawa ke dokter terdekat. Selain itu bawalah bayi ke dokter jika diare terus berlanjut, bayi mengalami dehidrasi, tubuhnya lemah atau bayi memuntahkan semua yang dimakan atau diminum.

Untuk mencegah diare datang kembali, rebuslah peralatan makan dan minum bayi selama 20 menit sebelum digunakan. Hal ini berguna untuk membunuh kuman-kuman dan bakteri penyebab diare. Bersihkan pula lantai dan ruangan rumah setiap hari agar terbebas dari kuman penyakit. Penting bagi Anda selaku orangtua untuk memberikan tindakan sedini mungkin jika bayi Anda mengalami diare. Demikian artikel seputar cara penanganan untuk bayi yang diare.