Paru-paru Basah pada Anak dan Dewasa

Paru-paru basah, biasa juga dikenal dengan bronchitis akut  adalah infeksi atau radang paru-paru  akibat dari terisinya paru-paru oleh cairan yang kemudian menyebabkan paru-paru membengkak dan memproduksi lendir. Lendir ini kemudian menghambat pertukaran gas di dalam paru-paru hingga menyebabkan darah mengandung terlalu banyak Karbon dioksida  dan terlalu sedikit mengandung oksigen yang akhirnya menyebabkan penderita mengalami batuk berlendir yang sangat kental berwarna kuning hijau seperti nanah dan seringkali bercampur dengan darah.

Gejala paru-paru basah adalah penderita mengalami nyeri  di dada, gemetar, menggigil, suara nafas berat,  bernafas pendek-pendek dengan sangat cepat, demam atau panas tinggi, serta mual dan  muntah .  Biasanya diawali dengan flu ringan yang tidak ujung membaik, sakit kepala dan hilangnya nafsu makan. Pada bayi atau anak jika kasusnya parah maka bayi akan terlihat membiru, cuping hidung membesar dan otot-otot antara tulang rusuk akan tertarik setiap kali menarik napas.

Penyebab paru-paru basah antara lain disebabkan oleh virus, bakteri, jamur, parasit, bisa juga dari menghisap asap kimia atau debu.

Paru-paru basah dapat menular melalui penyebaran partikel udara yang telah terinfeksi, biasanya melalui batuk dan bersin atau dengan kontak langsung dengan cairan yang terkontaminasi. Pada anak biasanya paru-paru basah disebabkan oleh virus. Mereka yang paling beresiko adalah anak dibawah usia 2 tahun, terutama bayi berusia 3-6 bulan yang sistem kekebalan tubuhnya belum kuat, anak atau bayi yang sering berada di sekitar perokok atau bayi prematur. Selain itu orang yang memiliki penyakit kronis seperti diabetes, jantung, asma, perokok, pencinta minuman beralkohol , mereka yang sedang menjalani khemoterapi  atau yang mengidap virus HIV atau AIDS juga beresiko tinggi tertular peyakit ini.

Cara pengobatan Paru-paru basah bervariasi tergantung dari penyebabnya. Jika penyebabnya bakteri maka harus diobati dengan antibiotik. Jika penyebabnya virus maka bukan antibiotik yang diperlukan tetapi dengan cara meningkatkan daya tahan tubuh penderita  dengan banyak istirahat disertai banyak asupan cairan seperti jus jeruk atau jus apel hangat atau pemberian obat anti virus. Pada bayi atau anak  bisa dilakukan dengan cara menepuk-nepuk dadanya, dijemur matahari pagi atau jika dirawat di rumah sakit biasanya diberikan fisiotherapy dengan sinar serta diuap dengan alat humidifier.

Pencegahan tertular dari paru-paru basah adalah melakukan vaksinasi bagi mereka  yang beresiko tinggi, cuci tangan sesering mungkin, melakukan olahraga minimal berjalan kaki setengah jam perhari, pola makan sehat, menkonsumsi cukup vitamin C dan tidur malam yang cukup, idealnya 8 jam. Pada bayi dan anak sebaiknya para orangtua harus selalu siaga dalam menjauhkan anak dan bayi mereka dari lingkungan yang berasap rokok.