Nutrisi Penting Selama Tahap Kehamilan Awal dan Manfaatnya

Ibu hamil muda memerlukan nutrisi penting selama tahap kehamilan awal. Tahap awal kehamilan merupakan tahap yang paling rentan baik bagi calon ibu juga janinnya. Sebab pada trimester pertama, perubahan kondisi tubuh calon ibu membuatnya mengalami penurunan stamina yang drastis. Serta, usia janin yang masih sangat muda masih sangat lemah sehingga mempunyai kemungkinan besar terjadi keguguran.

Mendapatkan asupan nutrisi yang dibutuhkan saat hamil akan sangat membantu meningkatkan kondisi ibu dan janin. Dengan terpernuhinya nutrisi penting selama tahap kehamilan awal, ibu dapat meningkatkan staminanya sehingga keadaan janin dalam rahim pun berkembang baik selaras keadaan ibunya.

Mempunyai pengetahuan tentang apa saja nutrisi penting selama tahap kehamilan awal serta memperhatikan kesehatan dan perkembangan janin di masa awal kehamilan sangatlah diperlukan. Dengan begitu kesehatan ibu dan janin dapat terjaga secara maksimal.

Daftar Nutrisi Penting Bagi Kehamilan Awal

  •  Kalori

Kalori termasuk dalam nutrisi penting selama tahap kehamilan awal. Setiap wanita hamil membutuhkan setidaknya tambahan 300 kalori tiap harinya. Tambahan kalori tersebut akan digunakan sebagai sumber energi bagi pembentukan plasenta dan pertumbuhan janin. Namun keadaan tersebut tidak lantas menjadikan wanita hamil bebas mengkonsumsi apa dan kapan saja dia mau. Obesitas akan berpengaruh negatif pada proses persalinan. Untuk mengetahui kecukupan 300 kalori tiap hari, gunakan rasa lapar sebagai indikator kebutuhan kalori.

  •  Protein

Protein sangat diperlukan bagi proses pertumbuhan janin dan merupakan nutrisi penting selama tahap kehamilan awal. Seorang ibu hamil membutuhkan 75 gram protein setiap harinya untuk menunjang proses tersebut. Angka ini 25 gram lebih banyak pada kebutuhan wanita biasanya.

  •   Asam folat

Peranan penting dalam perkembangan embrio sangat bergantung pada asam folat pada vitamin B. Asam folat membantu mencegah cacat otak dan tulang belakang pada bayi. Kekurangan zat ini juga dapat berdampak pada kelahiran premature. Asam folat sesungguhnya sangat diperlukan sebelum serta pada awal kehamilan. Sayuran berwarna hijau seperti bayam dan asparagus, jus jeruk, buncis, kacang-kacangan serta roti gandum merupakan makanan yang mengandung folat dan juga nutrisi penting selama tahap kehamilan awal.

  • Zat besi

Haemoglobin yang berfungsi sebagai pembawa oksigen ke seluruh jaringan tubuh dibentuk dengan bantuan zat besi. Nutrisi penting selama tahap kehamilan awal yang mengandung 27 mg zat besi per hari dibutuhkan untuk membantu memproduksi darah lebih banyak untuk mengimbangi perubahan massa pada ibu karena adanya bayi. Kekurangan zat besi dapat berakibat lemahnya kondisi ibu serta mudah terserang infeksi. Akibat lain yang mungkin muncul adalah berat badan anak yang jauh dibawah rata-rata dan kemungkinan kelahiran premature.

  • Zinc

Kelahiran premature merupakan salah satu akibat yang timbul karena kekurangan zinc. Bukan hanya kondisi bayi yang terancam karena lahir sebelum waktunya, sang ibu pun dapat mengalami keadaan bahaya. Dibutuhkan sekitar 25 mg Zinc setiap hari bagi ibu hamil untuk menjaga kondisinya agar tetap sehat. Selain itu, zinc termasuk nutrisi penting selama tahap kehamilan awal.

  • Kalsium

Kebutuhan kalsium ibu hamil adalah sekita 1000 mg per hari yang mana akan diserap oleh janinnya sekitar 25 sampai 30 mg. Kalsium sangat penting bagi janin dalam proses pembentukan tulang dan gigi yang kuat. Sumber kalsium yang paling sering ditemui adalah susu, keju dan yogurt. Teri medan juga nutrisi penting selama tahap kehamilan awal yang tinggi kalsium dan sangat baik dikonsumsi selama kehamilan.

Akibat Anemia Pada Ibu Hamil

ibu hamil mudaKekurangan beberapa nutrisi penting selama tahap kehamilan awal dapat berdampak pada kurangnya produksi darah sehingga menyebabkan anemia pada ibu hamil. Efek anemia pada ibu hamil sangat bervariasi dari efek ringan hingga berat atau fatal. Bila haemoglobin kurang dari 6g/dL, janin akan mengalami komplikasi yang signifikan yang dapat mengancam jiwanya. Kadar hemoglobin serendah itu tidak akan dapat memenuhi pasokan oksigen yang dibutuhkan janin yang dapat berakibat gagal jantung pada ibu.Selain itu, kemungkinan kelahiran premature pun semakin besar pada keadaan seperti ini.

Di samping itu, masalah anemia pada ibu hamil juga dapat mengakibatkan pertumbuhan janin terhambat, keguguruan, waktu persalinan yang lama karena kurangnya kemampuan rahim untuk berkontraksi, pendarahan, infeksi, dan lain-lain. Yang paling parah adalah Hipoksia akibat anemia dapat menyebabkan kematian pada ibu selama proses kelahiran karena shock. Oleh karena itu usahakan ibu hamil mendapatkan kecukupan nutrisi penting selama tahap kehamilan awal.