Musik dan Perkembangan Kepribadian Anak Remaja

Banyak pendapat yang menyebutkan agar ibu hamil sering mendengarkan musik karena musik terbukti mampu merangsang perkembangan otak janin yang ada dalam kandungan sehingga kelak akan terlahir menjadi anak yang cerdas. Begitu hebatnya musik sehingga mampu menjadi stimulasi yang tepat untuk janin yang sejatinya belum mengenal apapun. Selain sebagai alat stimulasi untuk janin, banyak yang menyebutkan jika terdapat hubungan yang cukup erat antara musik dan perkembangan kepribadian anak.

Anda pasti bertanya, apa hubungan antara musik dan kepribadian anak Remaja? Secara langsung maupun tidak langsung, pendidikan tentang musik dapat mengembangkan kepribadian seorang remaja. Dengan belajar musik, maka remaja akan akan mengalami beberapa kemajuan dalam perkembangannya, seperti perkembangan kreatifitasnya dalam belajar maupun dalam keseharian, perkembangan mentalnya, remaj menjadi lebih inovatif dan interaktif terhadap lingkungannya, remaja menjadi lebih terorganisir, dan menjadikan remaja lebih perhatian.

Mungkin Anda mengenal beberapa jenis musik. Lalu, musik jenis apakah yang terbukti mampu menjadikan remaja memiliki kepribadian yang mengagumkan? Untuk itu, simak pendapat yang berdasarkan pada pengamatan penulis berikut ini :

  • Musik lembut, seperti klasik, pop, jazz dan keroncong akan mampu menghasilkan kepribadian yang cenderung lebih berhati-hati dalam menghadapi masalah, lebih sabar, tidak gampang marah, penurut dan mudah diarahkan.
  • Musik sedang, misalnya : alternatif, R&B, hiphop dan dangdut akan mampu menghasilkan kepribadian yang suka menganggap ringan suatu permasalahan, kurang penurut, tidak suka diatur, agresif, dan menyukai kebebasan berekspresi
  • Musik keras, seperti rock, dan metal akan mampu menghasilkan kepribadian yang suka terburu-buru, gampang tersulut emosi, susah diatur, pemberontak dan suka memancing keributan.

Beberapa orang besar memiliki pendapat yang cukup mengejutkan tentang hubungan musik dan kepribadian anak. Anda penasaran, simak beberapa pendapat tersebut di bawah ini :

  1. Pendidikan musik di mata Ki Hajar Dewantara . Beliau berharap agar pendidikan musik yang sesuai dengan karakter bangsa kita sendiri dan bukan musik yang dimiliki oleh bangsa lain dapat membentuk manusia yang luhur dan halus budi pekertinya.
  2. Pendidikan musik di mata musik Education as an Aestetic education. Tujuan dari pendidikan musik yang paling utama adalah untuk mengembangkan kemampuan seseorang dalam menilai hasil karya orang lain. dalam hal ini menilai bisa berupa tindakan memilih, mengkritik, memberi masukan untuk kemajuan musik, dan memutuskan untuk menolak atau mendengarkan musik hingga usai.
  3. Pendidikan musik di mata Praxis philosophy. Pendidikan musik memiliki fungsi yang cukup besar untuk membantu seseorang mengembangkan kemampuan dalam beberapa hal, misalnya dalam berkembang, dalam mendapatkan pengetahuan, meningkatkan kualitas hidup, menentukan identitas diri, dan lain-lain .

Menilik dari ketiga pendapat di atas, rasanya sudah seharusnya sekolah-sekolah memahami tentang pentingnya pembelajaran seni musik dan mulai menjadikannya sebagai mata pelajarannya di sekolah.