Menu Makanan Balita yang Bergizi

Makanan anak balita yang tidak bergizi akan mempengaruhi tumbuh  kembang anak. Menjadi tugas orang tua untuk memberi gizi seimbang. Perlu diketahui bahwa kebutuhan gizi berbeda pada tingkatan umur. Contohnya, pada anak usia 1-3 tahun memerlukan 1.000 Kal per hari dengan kebutuhan protein sebanyak 25 gram. Untuk anak usia 4-6 tahun, diperlukan 1.550. Kalori per hari dan sebanyak 39 gram protein per hari.

Untuk memenuhi standar gizi seimbang, diperlukan pola makanan yang sehat. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menu makanan balita  yang bergizi :

  1. Perhatikan aneka ragam makanan
    Agar anak tidak bosan, rajinlah memberi menu yang beraneka ragam. Setiap hari bervariasi. Misalnya, hari ini lauknya daging sapi, maka besoknya ikan atau telur.
  2. Karbohidrat beragam
    Untuk Karbohidrat yang dimakan sebaiknya beraneka ragam juga, tidak hanya nasi, tapi diselingi dengan roti, jagung dan mie.
  3. Cek KMS
    Jika ingin mengetahui asupan gizi yang dikonsumsi seimbang atau belum, caranya dapat mengecek ukur berat badan (BB), tinggi badan/panjang badan (TB/PB) dan panjang tungkai. Sesuaikan dengan grafik Kartu Menuju Sehat (KMS).
  4. Hindari penyedap rasa dan pengawet makanan.
    Pentingnya menjauhi dan menghindari penyedap rasa dan pengawet makanan. Padahal masakan yang banyak mengandung MSG (Monosodium Glutamate) akan menganggu jaringan otak. Penyedap rasa dapat diganti dengan alami, seperti bawang putih, udang, teri atau ebi, kaldu ayam atau sapi, gula pasir, atau sosis sapi.
  5. Minum Air Putih
    Minum air putih sangat baik, kecuali untuk anak di bawah 6 bulan. Saat usia 0-6 bulan Air Susu Ibu (ASI) adalah makanan yang terbaik untuk anak. Selanjutnya, di usia 6 bulan ke atas, anak diperbolehkan minum air putih. Bangun kebiasaan anak rajin minum air putih. Anda dapat membelikan gelas unik dan menarik agar anak Anda gemar minum air putih.

Nah, memilih  menu yang bergizi untuk balita tumbuh sehat tidak susah bukan? Selamat mencoba!