Mengurangi Kebiasaan Makan Makanan Siap Saji pada Anak

Makanan siap saji atau junk food adalah makanan yang banyak digemari oleh berbagai kalangan. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa jika sedang menghabiskan waktu dengan berjalan-jalan di pusat perbelanjaan, bukan tak mungkin akan mampir ke gerai-gerak makanan siap saji yang banyak tersedia disana. Selain memiliki pelayanan yang cepat dan rasa yang lezat, menu yang disediakan pun bervariasi sehingga membuat semua penikmat junk food merasa puas.

Sebagian besar konsumen junk food adalah anak-anak dan remaja yang menurut mereka cara kerja yang cepat dan tak berlama-lama merupakan bagian dari modernisasi yang mempengaruhi gaya hidup, salah satunya adalah dengan mengkonsumsi makanan cepat saji dengan pola pelayanan yang terlihat modern dan tampilan yang mewah. Diluar dari semua itu, mereka tak menyadari bahaya atau dampak negatif yang ditimbulkan dari seringnya mereka mengkonsumsi makanan cepat saji. Inilah mengapa peranan orangtua sebagai rambu pengingat bagi anak-anak mereka sangat dibutuhkan. Sebagai pencegahannya, orangtua harus mencari cara bagaimana mengurangi kebiasaan makan makanan siap saji pada anak.

makanan siap sajiMengurangi kebiasaan makan makanan siap saji pada anak, pada dasarnya bisa dilakukan dengan mudah jika para orangtua mau disiplin dalam pelaksanaannya. Seperti , ketika berjalan-jalan di pusat perbelanjaan, biasakan sebelum pergi sudah mengkonsumsi makanan dari rumah, sehingga ketika berada di pusat perbelanjaan, keinginan untuk makan akan berkurang. Atau kurangi kebiasaan menghabiskan waktu di pusat perbelanjaan. Cari cara lain dengan pergi ke sebuah taman kota atau pusat kebugaran seperti kolam renang, sanggar senam atau lapangan olahraga. Jangan lupa untuk selalu memberi pengertian akan dampak negatif dari mengkonsumsi makanan siap saji. Berikut dampak negatif yang ditimbulkan, antara lain :

1. Junk food mengandung lemak jenuh yang sangat tinggi yang bisa mengakibatkan penyumbatan pada pembuluh darah hingga menimbulkan berbagai gangguan penyakit seperti serangan jantung koroner, stroke, asam urat, darah tinggi, diabetes dan obesitas.

2. Terjadi penumpukan lemak yang cukup cepat jika tidak diimbangi dengan olahraga. Dalam hitungan beberapa minggu, berat tubuh akan melonjak naik hingga terjadi obesitas atau kegemukan.

3. Makanan siap saji kebanyakan mengandung zat adiktif yang cukup tinggi sehingga menimbulkan ketagihan dan merangsang untuk terus mengkonsumsi makanan siap saji terus menerus.

Mengurangi kebiasaan maka makanan siap saji pada anak memang membutuhkan waktu dan kesabaran ekstra kuat. Dengan selalu mengingat dampak negatif yang ditimbulkan, kemungkinan besar mengubah kebiasaan anak yang gemar makan makanan siap saji lambat laun akan membuahkan hasil. Mari kita terapkan gaya hidup sehat dengan mengkonsumsi makanan yang sehat.