Mengetahui Efektivitas Imunisasi DPT-HB Pada Bayi

Imunisasi DPT-HB merupakan imunisasi kombinasi yang termasuk imunisasi dasar bagi bayi yang wajib diberikan sebanyak 3 kali sebelum usia anak 1 tahun. Adapun maksud dari imunisasi itu sendiri adalah  pemberian vaksin ke dalam tubuh bayi yang berisi virus yang dilemahkan dan bertujuan untuk meningkatkan daya tahan tubuh bayi terhadap berbagai macam penyakit. Orang tua memiliki tanggung jawab utama untuk menjaga kesehatan bayinya. Melalui pemberian asupan gizi sehat dan seimbang, bayi akan memiliki kekebalan tubuh yang baik. Dalam hal ini, para orang tua dapat mengetahui pentingnya kekebalan tubuh bayi, di antaranya adalah bayi dapat terhindar dari serangan penyakit, mencegah bayi dari resiko cacat serta mencegah kematian pada bayi. Namun demikian, para orang tua tetap diberikan kewenangan oleh pihak kesehatan untuk menentukan pilihan, apakah bayinya diberikan imunisasi atau tidak.

Imunisasi DPT-HB1, DPT-HB2 dan DPT-HB3 Pada Bayi

Imunisasi dasar bagi bayi antara lain imunisasi BCG, DPT, Polio, Hepatitis B serta Campak.
Adapun tempat dilakukannya pemberian imunisasi, biasanya di Posyandu, Puskesmas, Bidan, Rumah Sakit Bersalin, Rumah Sakit serta praktek dokter. Masing-masing memiliki efektivitas termasuk efektivitasimunisasi DPT-HB yang merupakan vaksin kombinasi antara vaksin DPT dan vaksin Hepatitis B.  Adanya vaksin kombinasi ini memberikan keuntungan pada bayi sehingga bayi tidak mendapat suntikan lebih banyak. Imunisasi DPT-HB diberikan sebanyak 3 kali yaitu DPT-HB1 pada usia 2-3 bulan, DPT-HB2 usia 3-4 bulan dan DPT-HB3 usia 4-6 bulan. Pemberian imunisasi disebut efektif apabila diberikan pada waktu yang tepat dengan dosis dan cara penyuntikan yang benar serta kondisi vaksinnya bagus.

Berikut ini ulasan dari efektivitas masing-masing jenis imunisasi dasar bagi tubuh bayi :

  1. Imunisasi BCG diberikan untuk menghindarkan tubuh bayi dari penyakit TBC. Efektif bila diberikan tepat pada waktunya yaitu bayi usia 0-2 bulan. Pemberian imunisasi BCG pada lengan atas kanan dengan cara subcutan. Bekas imunisasi akan meninggalkan luka dan scar yang merupakan tanda kalau imunisasi BCG telah berhasil.
  2. Imunisasi POLIO diberikan untuk menghindarkan tubuh bayi dari penyakit polio. Penyakit polio yaitu sejenis penyakit yang dapat menyebabkan kelumpuhan pada bagian tubuh bayi. Vaksin polio merupakan vaksin oral yang pemberiannya dengan diteteskan ke dalam mulut bayi. Pemberian polio biasanya bersamaan dengan imunisasi yang disuntikkan seperti BCG dan DPT-HB. Setelah diberikan imunisasi polio bayi tidak boleh menetek dulu selama kurang lebih 15 menit agar vaksin dapat terserap oleh tubuh.
  3. Imunisasi DPT-HB. Imunisasi DPT diberikan untuk melindungi tubuh bayi dari penyakit difteri, pertusis dan tetanus. Imunisasi HEPATITIS B diberikan untuk menghindarkan tubuh bayi dari penyakit virus yang mengakibatkan kerusakan pada hati. Imunisasi Hepatitis B ini digabung dengan imunisasi DPT menjadi DPT-HB atau sering kita sebut DPT-Combo. Sehingga vaksin kombinasi ini efektif mencegah 4 macam penyakit sekaligus yang disebabkan oleh virus berbahaya. Sangat efektif karena dilakukan hanya dengan 1 kali suntikan di paha bayi secara intramuskular sebanyak 3 kali dengan selang waktu 4 minggu. Biasanya akan timbul demam setelah suntikan vaksin ini, tetapi tidak berbahaya bila demamnya reda dengan obat penurun demam.
  4. Imunisasi CAMPAK diberikan untuk menghindarkan bayi dari penyakit campak yang disebabkan oleh virus. Imunisasi campak efektif diberikan saat bayi berusia 9 bulan secara intramuskular. Tidak ada efek demam setelah imunisasi campak ini sehingga orang tua tidak perlu khawatir.