Mengetahui Efek Imunisasi DPT Pada Bayi Dan Penanganannya

Efek imunisasi DPT pada bayi dan penanganannya penting untuk diketahui oleh para orang tua. Bukan hanya ibu yang harus mengetahui efek dan bagaimana penanganan dari pemberian imunisasi DPT, tapi ayah juga memiliki peran yang sama. Kesehatan anak apalagi usia masih bayi, penting untuk tetap dijaga dan diperhatikan. Kesehatan anak merupakan salah satu sumber kebahagiaan orang tua. Karenanya wajar jika pembahasan imunisasi penting diketahui termasuk imunisasi DPT salah satunya.

Efek Samping Imunisasi DPT Pada Bayi
Biasanya pemberian imunisasi pada bayi dapat menimbulkan efek samping. Wajar saja jika para orang tua terutama ibu khawatir bila bayinya hendak diimunisasi. Imunisasi yang diberikan pada bayi beragam jenisnya diantaranya imunisasi BCG, DPT, Polio, Campak, Hepatitis B, Hib, MMR dan masih banyak lainnya. Masing-masing bisa menimbulkan efek samping, tapi ada penanganannya efek samping tersebut.

Proses pertumbuhan dan perkembangan pada bayi berbeda antara satu dengan lainnya. Pemberian nutrisi yang sesuai dengan kebutuhan bayi serta mengandung zat-zat gizi seimbang, maka akan membantu meningkatkan daya tahan tubuhnya terhadap berbagai macam penyakit.
Itulah sebagian pendapat para ibu utamanya ketika berbincang mengenai pemberian imunisasi pada bayi. Jika bayi memiliki kondisi yang sehat dan pemenuhan nutrisinya baik, biasanya pemberian imunisasi tidak memberikan efek samping padanya.

Berikut ini contoh efek samping dari beberapa jenis imunisasi pada bayi :

  • Imunisasi BCG. Efek sampingnya berupa pembengkakan kecil dan merah ditempat suntikan setelah 2 – 3 minggu.
  • Imunisasi DPT. Efek sampingnya berupa bayi mengalami panas pada waktu sore hari setelah mendapatkan imunisasi DPT selama 2 hari. Sebagian besar tubuh bayi merasakan sakit, nyeri, merah atau bengkak di tempat suntikan.
  • Imunisasi campak. Efek sampingnya berupa sakit panas disertai dengan kemerahan selama 4–10 hari setelah diberi suntikan.

Menurut berbagai pihak yang kompeten dalam masalah kesehatan, untuk jenis imunisasi selain ketiga jenis yang telah disebutkan di atas, tidak ditemui adanya efek samping. Karenanya, ketika ibu hamil, maka pengetahuan mengenai informasi seputar imunisasi dan hal lain berkaitan dengan bayi harus dimiliki. Begitupula bagi wanita yang mempersiapkan diri untuk menikah. Sejak dini melakukan upaya persiapan dengan berbagai informasi penting, maka akan menjadikan bekal sebagai orang tua lebih banyak dan berhati-hati dengan segala efek samping serta penanganan dari setiap tindakan.

Penanganan Terhadap Efek Samping Pemberian Imunisasi DPT Pada Bayi
Setiap bayi akan memiliki daya tahan atau sering dikenal sebagai kekebalan tubuh yang baik, jika nutrisi dalam tubuhnya sehat dan bergizi seimbang. Sedangkan adanya pemberian imunisasi menurut pakar kesehatan untuk membantu kekebalan tubuh pada bayi. Jika bayi memiliki kondisi tubuh dengan sistem kekebalan kuat, maka seorang Ibu dapat menambah pengetahuannya tentang beragam jenis imunisasi untuk bayinya.
Sesuai pembahasan di atas, setiap jenis imunisasi memberikan efek samping meski ada juga yang tidak. Hal tersebut tetap diwaspadai dengan konsultasi rutin. Karenanya, seorang ibu juga hendaknya mengetahui efek imunisasi DPT pada bayi dan penanganannya.
Berikut ini beberapa penanganan terhadap efek samping beberapa jenis imunisasi, diantaranya.

  • Imunisasi BCG dapat ditangani dengan membersihkan luka atau mengompresnya dengan air hangat.
  • Imunisasi DPT dapat ditangani dengan pemberian obat penurun panas dan kompres dingin jika bayi rewel karena panas, begitupula imunisasi campak.

Semoga informasi yang dibahas tersebut memberikan tambahan bermanfaat bagi para ibu untuk menjaga kesehatan bayinya. Seorang ibu ataupun ayah, hendaknya bekerjasama dalam menjaga bayinya. Kedua orang tua bayi memiliki tanggung jawab yang sama terhadap segala kondisi buah hatinya. Kebahagiaan anak menjadi bagian dari kebahagiaan orang tua.