Mengenali Tahap Perkembangan Psikologis Balita

Sebagai orangtua, tentunya akan sangat bahagia bila melihat perkembangan fisik maupun psikis balita kita berkembang dengan pesat, sehat, dan baik. Dan memang perkembangan kesehatan psikologis balita sangat dipengaruhi kesehatan fisik nya sejak dilahirkan. Orangtua sebaiknya mendampingi saat usia emas pada balita dan pra sekolah dengan seksama. Sebaiknya orangtua dibekali pengetahuan untuk mengenali tahap perkembangan psikogis balita agar kelak bisa memberi pengasuhan secara optimal.

Secara fisik dan psikologis, pada masa balita akan terjadi perkembanan yang pesat, karena balita berada pada masa pertumbuhan. Fase balita merupakan fase peniru, sehingga mereka sering mencontoh model perilaku, terutamanya perilaku orangtuanya. Maka sebaiknya sebagai orangtua harus ekstra hati-hati bersikap di depan balita. Perlakuan pada anak balita sebaiknya bukan dengan banyak melarang ataupun memberi ancaman untuk membuat mereka menjadi penurut, karena dapat membuat balita menjadi pembangkang dan bertindak di luar kendali di kemudian hari. Sabar, itulah kunci utama menghadapi tingkah polah balita, apalagi pada usia emas ini mereka umumnya aktif dan tak bisa diam. Namun adakalanya orangtua harus tegas untuk membentuk disiplin dan karakter positif balita sejak dini. Untuk itu diharapkan orangtua bisa mengenali tahap perkembangan psikologis balita agar mereka bisa memberikan respon yang tepat terhadap balitanya.

Pada tahap awal perkembangan psikologis balita, mereka belum mengenal rasa takut, hanya mengenal rasa bahagia, sedih, dan marah.  Selanjutnya, pelan-pelan mereka akan mulai mengenal rasa takut terhadap ancaman, menyenangi keakraban, dan mulai menunjukan kecemasan saat dipisahkan dengan orang terdekat, namun belum bisa mempertimbangkan rasa kebutuhan, keinginan dan kepentingan orang lain. Jadi jangan kaget kalau mereka memiliki egois yang besar.

Seiring bertambahnya usia balita, perkembangan psikologis balita juga mengalami kemajuan yang pesat, terutama di usia 2-5 tahun.  Ditandai dengan mulai berkembangnya kemampuan berpikir, meskipun kadang tak logis. Sifat egonya masih terasa, namun bila dengan penanganan yang tepat, sifat ini akan berkurang. Untuk itu mulailah ajarkan perilaku yang agamis, tenggang rasa, sifat empati, dan simpati pada orang lain, agar berkembang jadi anak berperilaku mulia.

Jadi sangatlah penting bagi kita selaku orangtua untuk mengenali tahap perkembangan psikologis balita, agar kita dapat memberikan respon dan penanganan yang tepat terhadap berbagai situasi dan kondisi yang mereka alami.

.