Mengenali Perkembangan Fisik Balita

Setiap anak tentu memiliki pertumbuhan dan perkembangan yang berbeda antara anak satu dengan anak lainnnya. Banyak faktor yang mempengaruhi perbedaan tersebut, diantaranya adalah faktor internal dan eksternal. Apa saja sebenarnya yang bisa mempengaruhi tumbuh kembang balita? Alangkah baiknya bila kita mengenali perkembangan fisik balita kita.

Faktor internal atau faktor dari dalam diri anak, yang mempengaruhi perkembangan fisik balita adalah ras, etnik, keluarga, umur, jenis kelamin, kelainan genetik, dan kelainan kromosom. Sedangkan faktor eksternal yakni faktor yang berasal dari luar diri anak antara lain  faktor prenatal, ini berhubungan dengan gizi, toksin atau zat kimia, bisa pula faktor pascanatal yang berhubungan dengan gizi, penyakit kelainan, lingkungan ekonomi, sosial, kimia, psikologis, pengasuhan, stimulasi juga obat-obatan. Dan bisa juga dipengaruhi faktor persalinan.

Mengenali perkembangan fisik balita paling gampang dilihat melalui tinggi badan dan berat badan, yaitu perkembangan fisik yang bisa diukur dan ditimbang, yang bersifat kuantitatif. Kedua hal ini tentu berkaitan erat dengan faktor internal dan eksternal tadi. Seperti tinggi badan anak ditentukan oleh gen (keturunan, ras, etnik), bisa juga oleh makanan yang mengandung gizi. Misalnya ras Asia dulu cenderung kecil dan pendek, namun karena gizi yang baik, tinggi badan anak Asia, sekarang berubah menjadi tinggi-tinggi. Tinggi badan tak mutlak juga karena faktor keturunan, banyak contoh sekarang ini yang orang tuanya pendek, tetapi anaknya tinggi-tinggi, karena asupan gizi mereka yang seimbang.Terkadang balita mempunyai pertumbuhan fisik yang tak tentu, tak selamanya grafik pertumbuhan fisiknya menaik. Hal ini dikarenakan banyaknya aktivitas yang mereka lakukan.

Berat badan balita  tergantung jenis kelamin, asupan gizi, dan umur. Gen atau keturunan juga bisa mempengaruhi berat badan balita, misalnya keturunan bertubuh besar. Jenis kelamin juga turut menyumbang menentukan berat badanya misalnya anak lelaki cenderung berat badannya lebih berat dari perempuan. Berat badan ketika lahir juga turut mempengaruhi perkembangan berat selanjutnya. Itulah hal-hal terpenting dalam mengenali perkembangan fisik balita.