Mengenal Beberapa Penyebab dan Pencegahan Gangguan Pencernaan Pada Bayi

Bayi memiliki sistem kekebalan tubuh yang masih rendah dibandingkan anak yang lebih besar karena memang kekebalan tubuhnya sedang dalam tahap perkembangan. Kondisi tersebut menyebabkan bayi cenderung rentan terhadap banyak serangan penyakit, termasuk gangguan pencernaan.

Penyebab dan Pencegahan Gangguan Pencernaan Pada Bayi Yang Umum Terjadi

Berikut adalah beberapa Penyebab dan Pencegahan Gangguan Pencernaan Pada Bayi:

Diare

Diare adalah salah satu gangguan pencernaan umum yang sering terjadi, terutama pada anak dan bayi. Apabila gangguan diare ini terlambat atau tidak dengan tepat ditangani, bayi dapat mengalami dehidrasi di mana hal ini lah yang paling membahayakan keselamatan bayi karena dapat mengarah pada kematian. Tanda-tanda awal diare pada bayi biasanya adalah bayi menjadi rewel karena demam, suhu tubuhnya tinggi serta mengeluarkan feses yang cair lebih dari tiga kali sehari.

 

Penyebab dan Pencegahan Gangguan Pencernaan Pada Bayi berupa diare ini biasanya adalah  kurang terjaganya kebersihan makanan dan minuman, baik kebersihan alat saji maupun pada saat proses pembuatan makanan atau minuman. Oleh karena itu, sebaiknya kebersihan tangan, bahan makanan dan juga alat makan sebelum mengolah makanan sangat penting diperhatikan. Dalam menangani Penyebab dan Pencegahan Gangguan Pencernaan Pada Bayi berupa diare ini, beberapa kasus juga disebabkan oleh susu yang kondisinya sudah tidak baik atau bahkan kadaluwarsa.

 

Kasus lain adalah saat bayi mulai diberi makanan pengganti ASI (MPASI), biasanya tubuh bayi membutuhkan lebih banyak waktu untuk beradaptasi dengan makanan tersebut, dan jika tidak cocok, reaksi yang mungkin muncul adalah diare. Jika tidak segera ditangani, diare juga dapat menyebabkan gangguan yang lebih serius yaitu dehidrasi sehingga bayi lemas dan berujung pada kematian. Penanganan diare yang utama adalah menggantikan cairan yang keluar. Berikan bayi cairan sesering mungkin, selain ASI atau susu formula, beri juga air putih, sari buah dan kaldu untuk menggantikan cairan yang hilang. Makanan tetap dapat diberikan sesuai jadwal makan biasa, namun usahakan makanan tersebut banyak mengandung air. Oralit merupakan pertolongan pertama pada diare. Anda bisa membuat sendiri larutan oralit yaitu dengan mencampurkan 1 sendok teh gula pasir dan ¼ sendok teh garam halus ke dalam 1 gelas air putih, dan berikan secara berkala. Untuk penanganan yang lebih intensif, segera bawa bayi anda ke dokter.

 

Kolik

Penyebab dan Pencegahan Gangguan Pencernaan Pada Bayi yang sedikit khusus adalah kolik. Pada beberapa bulan pertama sejak kelahirannya, beberapa bayi mungkin mengalami kolik; yaitu sakit perut yang mengakibatkan bayi terus menerus menangis tanpa sebab yang jelas. Kolik biasanya terjadi pada malam hari. jika bayi anda mengalami kolik, tenangkan dengan cara menggendongnya tegak dan kepala bayi bersandar ke bahu anda, tepuk-tepuk dan usap perlahan punggungnya hingga ia merasa nyaman dan tertidur. Untuk mencegah terjadinya kolik, berikan ASI eksklusif minimal pada tiga bulan pertama. Sebisa mungkin hindari susu formula untuk mencegah alergi susu atau intoleransi laktosa yang dicurigai sebagai pemicu kolik.

Gumoh

Penyebab dan Pencegahan Gangguan Pencernaan Pada Bayi lainnya yang umum ditemui adalah gumoh. Gumoh adalah reaksi keluarnya sisa susu atau makanan lewat mulut karena bayi bersendawa atau kekenyangan; biasanya muncul setelah bayi makan atau minum susu atau makan. Selain itu, posisi pada saat makan atau minum susu juga perlu diperhatikan; hindari memberi makanan dengan posisi tidur, sebaiknya pangku atau dudukkan bayi pada kursi khusus ketika ia makan. Setelah makan, jangan langsung menidurkan atau menengkurapkan bayi, sebab bisa menyebabkan bayi gumoh. Gumoh juga bisa disebabkan oleh adanya udara yang terperangkap di dalam saluran pencernaan. Jika saat minum susu, putting atau dot tidak masuk dengan benar ke dalam mulut bayi, udara bisa ikut terhisap dan memasuki saluran pencernaan lalu mendorong keluar susu atau makanan dan menyebabkan gumoh. Gendong bayi di dada dengan posisi tegak lurus, lalu tepuk tepuk perlahan punggung bayi agar ia bersendawa dan tidak gumoh.

Sembelit

Penyebab dan Pencegahan Gangguan Pencernaan Pada Bayi lainnya adalah sembelit. Bayi yang mengalami sembelit mengalami kesulitan buang air besar; frekuensi BAB tidak lancer dan jika perutnya ditekan akan terasa keras dan bayi akan menjadi sangat rewel. Normalnya bayi BAB 1 sampai 2 kali dalam sehari. Penyebab sembelit pada bayi adalah asupan cairan yang kurang, terlalu banyak mengkonsumsi sumber protein seperti susu, telur dan daging sehingga kotoran menjadi keras dan terjadi sembelit. Untuk pencegahannya, berikan serat dan cairan dalam jumlah cukup dari buah dan sayuran.

Demikian beberapa Penyebab dan Pencegahan Gangguan Pencernaan Pada Bayi.