Mengatasi Muntah Dan Gumoh Pada Bayi

Bayi di bawah usia setahun seringkali mengalami muntah atau biasa disebut gumoh, hal itu disebabkan pencernaan bayi belum bekerja sempurna. Gumoh pada bayi bukanlah hal yang berbahaya asalkan mengalir begitu saja dari mulut tanpa adanya kontraksi dari perut bayi. Kebiasaan gumoh tersebut akan berkurang seiring dengan bertambahnya usia bayi.

Sebenarnya, ada beberapa hal yang memicu bayi menjadi gumoh, diantaranya :

  • Minum susu yang terlalu kenyang
  • Kebiasaan tidak menyendawakan bayi setelah minum
  • Aktivitas bayi yang berlebihan, seperti; menangis, menggeliat.
  • Saluran pencernaan yang belum sempurna, yaitu katup antara lambung dan kerongkongan.

Gumoh pada bayi biasanya terjadi setelah makan atau minum susu, frekuensinya beragam bisa 2 hingga 4 kali dalam sehari.

Tapi, orangtua harus waspada pada kondisi berikut :

  • Setelah gumoh, si kecil menjadi rewel saat makan dan minum.
  • Berat badan tidak naik.
  • Ada bercak darah dalam muntahnya.
  • Frekuensi gumoh yang terlalu sering.
  • Dehidrasi.
  • Gangguan pernafasan.

Kondisi di atas merupakan tanda bahwa muntah yang terjadi pada bayi bukanlah gumoh biasa, sehingga orang tua harus memeriksakan bayinya ke Dokter anak karena ditakutkan gumoh yang terjadi pada bayi menyebabkan infeksi kecil pada saluran pencernaannya.

Lalu, adakah cara yang tepat untuk mengatasi muntah dan gumoh pada bayi?

  • Saat bayi gumoh, segera miringkan tubuhnya ke kanan atau tengkurapkan agar gumoh cepat keluar.
  • Biarkan bayi mengeluarkan gumohnya hingga selesai, karena akan membuat bayi tidak nyaman apabila cairan gumoh tertelan lagi.
  • Jangan panik apabila gumoh keluar lewat hidungnya, biarkan saja sampai selesai.
  • Setelah selesai gumoh, segera bersihkan wajah, mulut, dan leher dengan waslap basah dan gantilah baju bayi.

Selain mengetahui cara mengatasi muntah dan gumoh pada bayi, orang tua harus mengetahui beberapa tips berikut ini :

  • Hindari memberi makan dan minum sambil berbaring, usahakan memberi makan bayi dalam posisi tegak.
  • Hindari meletakkan bayi pada kursi bayi.
  • Hindari aktivitas berlebihan setelah makan danĀ  minum.
  • Hindari mengangkat anak saat gumoh.
  • Hindari bayi tersedak.
  • Hindari memberi makan dan minum bayi dalam kondisi sangat lapar atau haus.