Mengapa Bayi Sering Demam

Apakah bayi Anda sering demam? Suhu badannya panas atau hangat? Sebaiknya Anda tak perlu panik berlebihan. Pasalnya tidak selalu naiknya panas tubuh merupakan pertanda bayi terserang penyakit. Meskipun begitu, Anda juga tetap harus waspada. Sebenarnya apa demam itu? Artikel berikut akan mengupas tentang penyebab dan tindakan pengobatan demam pada bayi.

Mengapa Bayi Sering Demam dan Apa Yang Dimaksud Dengan Demam?

Gejala demam sebenarnya merupakan suatu bentuk reaksi tubuh untuk menghadang penyakit di dalam tubuh. Dapat dikatakan demam merupakan indikator bahwa tubuh sedang melakukan perlawanan terhadap kuman penyakit. Ada beberapa alasan bayi sering demam. Ketika tubuh diserang penyakit, maka sel-sel darah akan melawan penyakit dengan cara melepaskan zat-zat kimia dalam aliran darah dan melaporkannya ke otak. Laporan inilah yang selanjutnya ditindaklanjuti otak dengan memerintah tubuh supaya menaikkan suhu badannya. Dengan begitu tubuh akan membuat antibodi (sistem imun) dalam tubuh sehingga penyakit tidak dapat berkembang biak.

Untuk mengetahui apakah bayi Anda demam, caranya yaitu dengan mengukur suhu tubuh bayi dengan termometer. Jika suhu tubuhnya melebihi 37,5ºC maka dapat dikatakan bayi Anda mengalami demam. Sebenarnya suhu tubuh bayi sudah diatur oleh hipotalamus yakni bagian otak yang bertugas sebagai pusat pengatur suhu badan. Jadi misalkan suhu lingkungan sekitar mengalami kenaikan, maka tubuh akan segera mengirim sinyal ke hipotalamus untuk menaikkan suhu tubuh. Begitu pula sebaliknya.

Bagaimana Jika Bayi Demam?

Dari penjelasan di atas, sekarang Anda dapat mengetahui alasan bayi sering demam. Oleh sebab itu Anda tidak perlu cemas dan khawatir. Jika bayi Anda mengalami demam berikut ini tindakan yang dapat Anda lakukan sebagai pertolongan awal.

  1. Perbanyak frekuensi bayi minum ASI untuk menurunkan suhu tubuh bayi. Dengan semakin banyaknya cairan yang masuk ke dalam tubuh bayi, maka cairan tersebut dapat membantu menurunkan suhu tubuh yang kemudian dikeluarkan melalui urine.
  2. Kompreslah bayi Anda dengan handuk kecil yang terlebih dahulu dicelupkan dalam air hangat kemudian tempelkan pada bagian dahi. Jika demamnya sangat tinggi, maka tambahkan tingkat kehangatan airnya. Dengan begitu suhu pada air hangat dengan suhu tubuh tidak jauh berbeda. Sebaiknya Anda jangan mengkompres dengan air dingin karena dapat mengkerutkan pembuluh darah bayi sehingga panas tubuh tidak dapat keluar.
  3. Segera hubungi dokter jika demam yang diderita bayi Anda tidak kunjung sembuh.