Mengapa Balita Senang Mengulang Aktifitas yang Sama?

Ketika balita memasuki usia 2-5 tahun, aktifitas kesehariannya adalah proses belajar dan belajar yang merupakan bagian dari proses tumbuh kembangnya. Proses belajar balita pada usia ini sering ditandai dengan balita senang mengulang aktifitas yang sama ataupun senang sekali mengulang-ulang kata yang diucapkan oleh orang lain. Namun jangan kuatir, proses pengulangan yang sering terjadi lambat laun akan mulai berhenti seiring dengan pertambahan usianya. Mengapa balita senang mengulang aktifitas yang sama berulang-ulang?

Belajar dan Mengasah kemampuan

Berdasarkan beberapa penelitian yang pernah dilakukan dan dipublikasikan, disimpulkan bahwa balita senang mengulang aktifitas yang sama ataupun senang mengulang kata-kata yang diucapkan orang lain, merupakan suatu rangkaian tumbuh kembang motorik dan kognitif yang harus dimiliki oleh balita. Rangkaian tumbuh kembang ini sebenarnya sudah sesuai dengan milestone tumbuh kembang balita yang meliputi:

  • Interaksi.
    Ketika balita senang mengulang kata-kata yang diberikan kepadanya, belum tentu balita mempunyai maksud yang sama dengan yang dikatakan. Pada usia 2 tahun ini balita hanya bermaksud untuk bisa berinteraksi sosial dengan lawan bicaranya dan tidak hanya mengandalkan bahasa tubuh atau tangisan.
  • Motorik halus.
    Ketika balita senang mengulang membongkar mainan, menyusun puzzle dan membongkarnya lagi kemudian menyusun ulang, sebenarnya balita sedang melatih mengendalikan gerakan tangan.
  • Koordinasi.
    Balita sedang mengembangkan kemampuan untuk mengatur dan mengkoordinasikan gerakan tangan dan mata yang disesuaikan dengan kebutuhan. Kemampuan koordinasi ini juga sekaligus melatih kemampuan otak.
  • Kognitif.
    Ketika balita sering mengulang-ulang aktifitas yang sama, sebenarnya balita sedang mengasah kecerdasannya dan berusaha mengingat letak dan penempatan benda. Kegiatan ini juga sekaligus berguna untuk melatih kecerdasan parsialnya.

Itulah beberapa alasan mengapa balita senang mengulang aktifitas yang sama. Ada baiknya orangtua selalu memberikan dukungan penuh pada tahap tumbuh kembang ini dengan cara memberikan ruang sebaik-baiknya. Namun demikian ajak juga balita sesekali beraktifitas diluar ruangan agar ketrampilan motorik dan kognitifnya makin berkembang dengan stimulasi sosial dan tidak hanya terfokus pada satu jenis kegiatan. Semoga bermanfaat.