Memantau Hubungan Sosial Anak Dan Perkembangannya Di Lingkungan Yang Tepat

Hubungan sosial anak dan perkembangannya dapat dipelajari dan dipantau orangtua secara langsung supaya dapat mendeteksi adanya kesulitan yang mungkin dihadapi anak dan segera mencarikan bantuan atau jalan keluarnya. Dalam proses perkembangannya, anak tentu akan terlibat dalam kegiatan di masyarakat yang menguntungkan, meskipun juga bisa merugikan jika menyita waktu dan energy terlalu banyak sampai mengganggu belajarnya.

Hubungan sosial anak dan perkembangannya juga seringkali dipengaruhi oleh media masa. Apa yang dibaca anak di surat kabar, dilihatnya di bioskop, didengarnya di radio, atau ditontonnya di TV bisa mempengaruhi secara langsung maupun tidak langsung dalam bersosialisasi. Bimbingan yang tepat dan kontrol yang bijaksana perlu diberikan kepada anak dari semua pihak, mulai dari keluarga, sekolah, dan lingkungan masyarakat sendiri. Hubungan sosial anak dan perkembangannya memang dipengaruhi oleh ketiga aspek tersebut. Meskipun keluarga adalah lingkungan terdekat bagi anak dalam bersosialisasi, tetapi kenyataannya teman-teman bergaulnya berpengaruh lebih besar daripada yang orangtua duga.

Hubungan Sosial Anak Dan Perkembangannya Di Lingkungan Masyarakat

Jadi, tidak ada salahnya untuk memilah-milah teman bergaul anak. Tentu saja pertimbangannya bukan pada status sosial tetapi lebih kepada karakter teman-teman tersebut serta pengaruhnya terhadap anak anda. Teman yang baik akan membawa pengaruh baik dan sebaliknya. Pastikan anda tidak melepaskan pengawasan anda sebagai orangtua dalam hubungan sosial anak dan perkembangannya. Binalah anak dengan cara yang paling nyaman, supaya mereka tidak sampai bergaul di lingkungan yang tidak tepat, atau mengembangkan karakter yang tidak pernah orangtua harapkan.

Anda juga memiliki andil untuk menciptakan lingkungan hidup yang kondusif bagi anak untuk belajar. Ketika anak berada disekitar orang-orang berpendidikan, tentu hubungan sosial anak dan perkembangannya juga akan baik. Sementara membiarkan anak berada di lingkungan penjudi misalnya, tentu lama kelamaan dia akan tertular kebiasaan berjudi yang sering dilihatnya sehingga hubungan sosial anak dan perkembangannya menjadi buruk. Tugas anda sebagai orangtualah untuk memastikan bahwa orang-orang dewasa di sekitar anak akan memberikan contoh yang baik, dan membantu anda membentuk lingkungan yang mendukung kegiatan belajar anak.

Hubungan Sosial Anak Dan Perkembangannya Di Masa Sekolah Lanjutan Pertama (SLTP)

Setiap anak pasti membutuhkan orangtua untuk mendampingi prosesnya dalam mempelajari kehidupan sosial. Hubungan sosial anak dan perkembangannya yang berhasil menunjukkan kematangan anak dalam bersosialisasi termasuk mampu menyesuaikan diri terhadap norma yang berlaku di kelompoknya, tradisi yang ada di lingkungannya, sampai nilai moral dan agama yang dijunjung lingkungannya. Hubungan sosial anak dan perkembangannya sudah mulai matang, dia akan mampu meluaskan hubungannya tidak hanya dalam lingkup keluarganya tetapi juga dengan teman bermain sebayanya di lingkungan rumah, teman-teman sekelasnya di sekolah, sampai orang-orang yang ditemuinya di tempat kursus, atau tempat lain yang sering dikunjunginya.

Hubungan sosial anak dan perkembangannya mulai tertata saat anak berada di jenjang Sekolah Lanjutan Pertama (SLTP), dimana dia mulai sanggup mengontrol egosentrisnya atau menyesuaikan diri sendiri untuk bekerjasama dengan orang lain dan mau memperhatikan kepentingan orang diluar dirinya sendiri. Pada saat itulah, ketertarikan anak untuk bergabung dalam suatu kelompok tertentu mulai kuat, dan anak akan berusaha menyesuaikan diri dengan anggota kelompok yang menarik minatnya supaya dapat diterima disitu. Dengan pemilihan kelompok yang baik, maka unsur-unsur baik pulalah yang kemudian tertarik keluar dari diri anak dan membentuk hubungan sosial anak dan perkembangannya yang baik.