Memaksimalkan Perkembangan Bayi pada Periode Golden Age (Usia 0 – 24 bulan)

Usia 0 – 24 bulan bagi bayi adalah masa di mana mereka mengalami perkembangan sel tubuh dan syaraf yang sangat pesat. Di usia tersebut, bayi lebih sering tidur untuk memberi kesempatan bagi otak untuk berkembang lebih kompleks, demikian pula dengan sel-sel tubuh yang lain. Stimuli, permainan, dan keterlibatan orangtua sangat penting pada periode usia ini.

Anda akan takjub jika mengetahui betapa pesat perkembangan bayi pada dua tahun masa awal kehidupannya. Di akhir tahun pertama, mereka mulai belajar berjalan. Kemampuan motoriknya meningkat. Berat tubuhnya berlipat tiga kali. Bayi mulai mengucapkan kosakata seperti “mama” atau “papa”, dan mereka memahami kalimat perintah singkat.

Di akhir tahun kedua, bayi sudah lebih mandiri, mulai belajar ke kamar kecil, mengerti nama-nama benda atau objek yang lebih beragam, mencopot baju sendiri, memilih baju kesukaannya, makan sendiri, dan sebagian besar sudah siap untuk menempuh masa pra-sekolah. Mereka juga lebih ekspresif saat menampakkan emosi; seperti menangis, menghentakkan kaki, tertawa, mendorong, memukul, atau sedih.

Untuk memaksimalkan perkembangan bayi pada periode Golden Age (Usia 0 – 24 bulan), para orangtua perlu mempelajari dan menerapkan beberapa aspek penting. Upayakan keterlibatan penuh dengan anak, mulai dari kedekatan fisik hingga memberi stimuli agar perkembangan otak dan fisiknya lebih bagus.

Bermain bersama, bernyanyi, mendekap anak, menunjukkan gambar, dan mengajaknya bicara, adalah bentuk-bentuk stimuli yang dianjurkan untuk membantu perkembangan kelima inderanya. Sentuhan pada bayi adalah media untuk menambah kedekatan emosional antara orangtua dan bayi, sehingga dianjurkan menampakkan cinta pada bayi melalui sentuhan; misalnya dengan menimang, menggendong, dan mendekap.

Menjelaskan pada bayi tentang apa yang mereka rasakan termasuk cara untuk memaksimalkan perkembangan bayi pada periode Golden Age (Usia 0 – 24 bulan). Jika mereka sedih karena kehilangan mainan misalnya, tampakkan empati. Bantú anak untuk mengenali setiap bentuk emosi yang mereka rasakan, agar mereka paham dan dapat mengekspresikannya dengan sehat.