Memahami dan Menghadapi dengan Baik Pola Pikir Anak Usia 5-12 Tahun

Anak mempunyai progres perkembangan yang berbeda di setiap fasenya. Orang tua, hendaknya mampu mengenali dan memahami indikasi perkembangan anak. Faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang anak bisa dipantau dari perubahan fisik, hormon, kesehatan, peningkatan pemahaman dan keterampilan, sisi emosi dan kepribadian maupun gaya hidup. Tulisan ini akan memberikan sedikit pengetahuan mengenai indikasi perkembangan anak (khususnya di usia 5-12 Tahun) serta beberapa tips untuk menanganinya, diantaranya:

Anak Usia 5 – 8 Tahun:
- Menyenangi pembelajaran kreatif
Kiat: gunakanlah media pembelajaran multimedia yang melibatkan banyak indera dan memungkinkan anak untuk bereksplorasiMemahami dan Menghadapi dengan Baik Pola Pikir Anak Usia 5-12 Tahun

- Menunjukkan ketertarikan akan suatu keterampilan tertentu
Kiat: support anak untuk mengembangkan bakatnya dan tidak pernah membandingkan dengan kelebihan orang lain

- Berpikir tentang pemecahan masalah
Kiat: lakukan diskusi ringan di rumah (mulai memahami konsep sebab-akibat)

- Mengembangkan rasa keadilan
Kiat: tidak pilih kasih dan tanamkan aturan dengan konsisten

- Cenderung mengoleksi barang
Kiat: mendukung dengan memberi pemahaman akan tanggung jawab (harus dirawat dan dirapikan)

Anak Usia 9 – 12 Tahun:
- Mulai pubertas
Kiat: berikan anak pemahaman akan batasan pergaulan antara perempuan dan laki-laki, kembali menginternalisasikan norma. Anak cenderung mulai tertarik dengan lawan jenis. Rasa tersebut akan membuat anak mulai memperhatikan penampilannya agar terlihat lebih baik.

- Hormon mulai meningkat
Kiat: remaja cenderung memiliki masalah fisik karena peningkatan hormon, misalnya: jerawat, ketombe, atau wangi badan yang mulai tajam. Mereka mulai sadar akan citra tubuh sehingga butuh diberi arahan agar mampu merawat tubuhnya dengan baik dan memotivasi agar selalu percaya diri.

- Hubungan dengan kerabat atau keluarga renggang
Kiat: tetap jalin komunikasi (walau tak langsung), orangtua harus memposisikan diri menjadi sahabat. Pada fase ini anak memang menyukai kebebasan, lebih ingin mandiri. Oleh karenanya, terkadang terjadi pula konflik antara anak dan orangtua.

- Kemampuan mendebat
Kiat: orangtua hendaknya selalu menyertakan alasan yang logis apabila menginstruksikan sesuatu. Eksplorasi pendapat anak dan tidak bersikap keras.

Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi Anda, khususnya para orangtua yang sedang menghadapi tantangan dari anak-anak usia 5-12 Tahun.