Melatih Bicara Pada Anak

Pada usia dua tahun anak menghadapi tahap belajar bicara. Mereka mulai bisa mengatakan “mama” atau “papa” dan bisa memberikan ekspresi yang lebih terlihat atas emosinya. Ya, tidak ada yang paling menakjubkan selain mendengar anak menyebut nama kita untuk pertama kalinya.

Lantas, bagaimana cara melatih bicara anak agar setiap kata yang dikeluarkannya adalah baik dan positif? Sehingga ketika Anda melatih anak berbicara bisa dengan cara yang tepat.

1. Jangan panik bila anak Anda belum bisa bicara ketika usianya mencapai dua tahun. Ada anak yang menunda waktu sampai usia 3-4 tahun untuk bicara. Anak seperti ini menghabiskan waktu menyerap informasi dan biasanya setelah itu mereka akan banyak bicara. Rata-rata anak usia 10-20 bulan belajar sekitar 10 kata setiap harinya. Meskipun mereka belum bicara tetapi mereka tetap belajar. Inilah sebabnya kita harus terus mengawasi apa yang mereka ucap dan dengarkan.

2. Menjaga anak tetap sehat adalah salah satu cara melatih bicara anak. Anak memerlukan perhatian yang besar ketika tumbuh dan berkembang. Anak yang kurang tidur akan menjadi gampang emosi dan malas belajar hal baru. Memberikan nutrisi yang cukup kepada anak akan mendorong mereka untuk bersemangat belajar hal baru setiap harinya. Menggigit tekstur yang berbeda akan membantu anak belajar mengendalikan otot di dalam mulut dimana otot ini sangat penting dalam pembentukan kata.

3. Berikan stimulasi pada lingkungan anak. Penuhi gambar-gambar dan benda yang membuat anak ingin bereksplorasi di dalam kamarnya. Dengan ragam benda edukatif ini anak akan cepat belajar. Anak juga akan berinteraksi dengan buku cerita, mainan yang bisa bicara dan musik.

4. Cara melatih bicara anak lainnya adalah dengan mendongengkan cerita pada mereka. Penelitian telah membuktikan bahwa anak yang dibacakan cerita cenderung memiliki IQ yang tinggi. Pilihlah cerita yang sesuai dengan usia anak. Bacakan dengan antusias dan gembira ketika menunjuk pada gambar dan objek yang diberi nama di dalam buku. Membaca sepanjang hari jangan hanya ketika anak akan tidur saja. Anak yang mengantuk akan sulit berkonsentrasi.

5. Gunakan kartu gambar untuk menciptakan permaianan belajar bagi anak Anda. Banyak kartu dengan berbagai gambar yang umum seperti buah-buahan, binatang dan gambar tempat. Tunjuk pada satu gambar dan sebutkan namanya dengan jelas. Anak akan menyerap setiap ucapan Anda meskipun Anda tidak bisa menjelaskan lebih banyak.