Masalah Yang Timbul Saat Toilet Training

Saat menerapkan kebiasaan untuk menggunakan toilet, sering kali tidak atau belum berhasil. Kita sebagai orang tua tidak perlu berkecil hati. Karena beberapa hal mendasar menjadi penyebab anak enggan menerapkan toilet trainingnya. Beberapa hal yang biasanya dikeluhkan adalah:

Anak Saya Tidak Mau ke Toilet

Aneh memang kedengarannya. Tapi anak anda masih merasa kurang nyaman dengan toilet yang ada. Anda bisa memberikannya toilet kecil yang menyerupai tempat duduk kecil (potty). Ajak anak anda untuk memilih sendiri potty yang dia sukai, beritahu juga bahwa potty tersebut adalah miliknya sendiri dan dia juga bisa menambahkan stiker yang dia mau disana.

Pada awalnya, ajak dia bermain-main dengan pottynya. Biarkan dia duduk diatasnya dan berpura-pura sedang buang air disana. Sedikit demi sedikit supaya anak anda merasa nyaman dengan toilet besar, ajak serta dia saat membersihkan popoknya dan membersihkan dirinya ditoilet.

Tapi jika anak masih terus menolak dengan alasan yang sama. Beberapa tips ini mungkin bisa membantu:

  • Jika menolak diingatkan. Jangan sampai orang tua terlalu sering mengingatkan anak. Karena ternyata jika terlalu sering orang tua mengingatkan maka anak akan terkekang dan menjadi sulit untuk dikendalikan emosinya.
  • Orang tua terlalu memaksa. Orang tua jangan terlalu memaksakan anak untuk duduk lebih lama ditoilet, kemungkinan besar anak akan berontak dan trauma. Biarkan dia melakukan kembali aktivitasnya, jika sampai anak anda terlanjur mengompol, maka bawa kembali dia ketoilet untuk dibersihkan dan diberi pengertian secara bijak.
  • Berikan pujian. Berikan pujian secukupnya saat dia berhasil menerapkan toilet trainingnya. Tapi jangan terlalu berlebihan, karena menyebabkan anak malah menjadi gugup.

Anak Saya Sembelit

Alasan lain anak enggan pergi ke toilet adalah mengalami sembelit. Sehingga dia enggan untuk duduk berlama-lama dan menahan rasa sakitnya. Rasa sakit dan kurang nyaman membuat dia trauma dan memilih untuk menahan kotorannya.

Berikan anak anda makanan kaya serat seperti sayuran hijau, sereal, dan roti gandum dapat membantu fungsi pencernaannya secara baik. Pastikan juga anak anda mendapat asupan cairan yang cukup, bisa dari air, buah-buahan, serta jus buah. Aktivitas fisik juga mendukung untuk kelancaran proses pencernaan karena membantu gerak organ dalam perutnya.

Berhati-hatilan dalam memberikan produk susu. Karena jika terlalu banyak diberikan produk susu dapat memicu sembelit.