Makanan yang Layak untuk Anak Usia 4-5 Tahun

Berbeda dengan Anak usia 2-3 yang cenderung lebih susah dikendalikan, Anak usia 4-5 tahun biasanya lebih mudah diarahkan karena kemampuan komunikasinya sudah mulai terbentuk dengan baik. Begitupun dalam urusan makan, biasanya Anak usia 4-5 tahun akan memiliki selera makan yang lebih bagus, hal itu disebabkan banyaknya aktivitas fisik yang membuat perutnya cepat merasa lapar.
Namun, bagaimana jika di usia 4-5 tahun, anak masih saja mengalami masalah sulit makan? Kalaupun itu terjadi, biasanya disebabkan pola asuh orang tua yang keliru.

Pola asuh Orang tua yang mengakibatkan Anak sulit makan :

  • Kebiasaan anak pilih-pilih makanan, sehingga seringkali anak tidak suka mengkonsumsi makanan tertentu, seperti sayur dan buah.
  • Kebiasaan menyuapi anak hingga ia besar, sehingga anak tidak mau makan jika tidak disuapi ibunya.
  • Kebiasaan jajan, sehingga membuat anak kenyang dengan jajanan sebelum ia mengkonsumsi makanan.
  • Membiarkan anak lupa pada jadwal makannya, sehingga anak berpikir bahwa “makan” bukanlah kebutuhan yang penting.

Selain alasan di atas, biasanya anak usia 4-5 tahun mulai suka berinteraksi dengan teman-temannya sehingga ia seringkali meniru kebiasaan temannya. Jadi, pengetahuan mengenai makanan yang layak untuk Anak usia 4-5 tahun serta pola asuh yang baik dan benar sangat berperan dalam menentukan selera makan anak.

Di usia 4-5 tahun anak mulai mengembangkan kemampuan motoriknya, seperti kemampuan berlari, melompat, bersepeda, dan aktivitas fisik lainnya, sehingga penting bagi orang tua untuk memperhatikan asupan makanan bergizi yang berguna untuk mendukung tumbuh kembangnya.

Makanan yang layak untuk anak usia 4-5 tahun :

  • Makanan pokok sebagai sumber tenaga, seperti nasi, jagung, gandum, dan lain-lain dengan ½ porsi orang dewasa.
  • Makanan sumber zat pembangun untuk membantu pembentukan jaringan tubuh yang baru, pertumbuhan tulang dan gigi, seperti : protein hewani, misalnya : ayam, daging, ikan, telur dan protein nabati, misalnya : tahu, tempe, kacang-kacangan, biji-bijian, dan lain-lain, dengan porsi 4-5 potong.
  • Makanan sebagai sumber zat pengatur, seperti sayuran dengan porsi 2-3 cangkir dan buah-buahan 2-3 potong.