Makanan yang Harus Dihindari oleh Anak ADHD

Makanan yang harus dihindari oleh anak ADHD. Perilaku khas anak dengan ADHD (Attention Deficit/Hyperactivity Disorder) yaitu sulit fokus, hiperaktif, dan impulsif, dapat dikendalikan dengan makanan. Diet tepat pada anak dengan ADHD bisa membantu otaknya untuk bekerja lebih baik.

Apa saja makanan yang diperlukan? Tiga teratas adalah makanan tinggi protein, berkarbohidrat kompleks, dan sumber asam lemak Omega-3. Baru setelahnya didukung oleh suplemen vitamin/mineral dan obat-obatan medis. Di samping itu, ada pula beberapa makanan yang harus dihindari, terkait dengan efeknya yang justru dapat memicu perilaku hiperaktivitas, impulsivitas, dan membuat anak semakin susah berkonsentrasi.

Makanan yang harus dihindari oleh anak ADHD. Asupan gula dan sumber karbohidrat sederhana seperti permen, sirup jagung, madu, juga produk makanan yang berbahan beras putih dan kentang, harus diberikan secara ketat dan di bawah pengawasan orangtua dan dokter. Meski belum ada penelitian yang membuktikan secara kuat, namun gula adalah penyebab ADHD. Gula dapat memompa adrenalin yang mendorong munculnya perilaku hiperaktif. Kafein juga perlu dihindari karena beberapa penelitian membuktikan bahwa kafein memicu gejala ADHD. Sebagian besar ahli ADHD merekomendasikan untuk mengeliminasi kafein dari menu anak.

Selain itu, zat aditif dalam makanan kemasan juga dapat menjadi penyebab meningkatnya perilaku hiperaktif pada beberapa anak, karenanya hindari makanan kemasan yang telah melewati beberapa kali proses pengolahan. Zat aditif yang dimaksud antara lain Sodium Benzoate, Aspartame, Monosodium Glutamate (MSG), FD&C Yellow No. 6 (sunset yellow), D&C Yellow No. 10 (quinoline yellow), FD&C Yellow No. 5 (tartrazine), dan FD&C Red No. 40 (allura red).

Makanan yang harus dihindari oleh anak ADHD. Pada intinya, makanan terbaik yang diperlukan oleh anak ADHD adalah yang alami, sehat, dan lebih bagus jika disiapkan sendiri. Sebaiknya catat semua jenis makanan yang diasup oleh anak dengan ADHD dan bagaimana pengaruhnya pada perubahan perilaku atau meningkatnya gejala. Dari makanan ini bisa Anda konsultasikan dengan dokter.