Macam-macam Kelainan Mata pada Bayi

Tangisan bayi ketika lahir adalah karunia yang sangat besar. Ketika kedua orang tua mendengar tangis bayi tersebut, selain rasa syukur yang mendalam adalah mengetahui kondisi kesehatan bayi sesegera mungkin. Mengetahui kesempurnaan fisik dan mental serta melihat tanda lahir lainnya agar bisa membedakannya dengan bayi-bayi yang lahir pada hari yang sama, jika melahirkannya di rumah bersalin.

Mata adalah organ yang penting bagi kehidupan, sehingga memastikan mata yang sehat pada bayi adalah hal yang penting. Untuk itu perlu mengetahui macam-macam kelainan mata pada bayi. Pada bayi premature, kelainan mata yang kemungkinan terjadi adalah Retinopathy of Prematurity (ROP). Kondisi ini dikarenakan retina belum terbentuk sempurna, yaitu pertumbuhan pembuluh darah abnormal di retina. Pertumbuhan yang abnormal ini mengakibatkan lapisan retina terlepasĀ  sehingga retina ada kemungkinan untuk mudah rusak dan kemungkinan terburuk adalah kebutaan. Bayi premature sendiri adalah bayi yang dilahirkan pada usia kehamilan kurang dari 31 minggu dengan berat badan bayi kurang dari 1.250 gram. Semakin premature serta semakin berat badan bayi, maka kemungkinan terjadinya Retinopathy of Prematurity semakin besar.

Kelainan mata pada bayi yang lain adalah Persistent Hyperplastic Primary Vitreous (PHPV) . Kelainan ini biasanya kelainan bawaan dan bisa disertai kelainan kongenital lain, misalnya katarak kongenital. Ada pula kelainan penyerta bola mata tidak akan berkembang (mikroftalmi) sehingga mata yang sehat akan terlihat lebih besar.

Buta warna merupakan kelainan mata pada bayi berikutnya yang merupakan kelainan yang bersifat genetis. Dimana tidak dapat membedakan warna dari setiap benda yang dilihatnya. Yang terlihat hanyalah warna hitam, abu-abu dan putih. Hal ini tidak dapat disembuhkan. Untuk buta warna akan diketahui ketika anak sudah mulai bisa diajak berkomunikasi sehingga dapat menerjemahkan apa yang dilihatnya apalagi jika tidak merespon ketika diberikan benda-benda berwarna mencolok, speerti warna merah.

Bagaimana pun, mengetahui kelainan mata pada bayi sejak dini akan lebih baik karena segera dapat diketahui langkah-langkah apa yang akan dipilih untuk mengatasinya, tentunya dengan berkonsultasi dengan dokter ahli sehingga informasi dan penanganannya dapat dilakukan dengan tepat.