Khasiat dan Kegunaan Madu Untuk Balita

Madu mengandung banyak nutrisi yang berguna bagi bayi dan anak-anak. Khasiat dan kegunaan madu untuk anak sudah dikenal sejak lama. Sekarang makin banyak para ibu yang lebih memilih madu untuk perkembangan pertumbuhan anak-anaknya. Madu adalah nutrisi alami yang mudah didapat dan harganya cukup terjangkau.

Untuk anak usia di bawah satu tahun, madu termasuk membahayakan karena bisa menimbulkan reaksi alergi yang disebut botulism. Bakteri yang berkaitan dengan reaksi ini membentuk spora yang jika tertelan oleh bayi akan menghasilkan racun yang cenderung berdampak pada usus bayi. Banyak orang masih belum mengerti dan mengikuti tradisi bahwa untuk menghentikan tangis mereka mengoleskan madu pada dot bayi padahal cara itu sama sekali tidak dianjurkan.

Khasiat dan kegunaan madu untuk anak di atas usia satu tahun sangat banyak. Madu membantu meningkatkan perkembangan dan pertumbuhan anak terutama rambut dan kulitnya. Rambut anak akan semakin tebal dan sehat juga bercahaya, sedangkan kulit anak akan tampak lembut dan mulus. Jika madu dikonsumsi oleh anak yang lebih tua usianya atau anak balita maka akan sangat membantu meningkatkan keseimbangan tubuh mereka. Karena madu berfungsi sebagai antioksidan, vitamin dan mineral seperti mangan, zat besi, tembaga dll.

Untuk anak yang berusia dua tahun ke atas, bisa juga menggunakan madu sebagai obat batuk alami. Madu bisa membantu meringankan tenggorokan gatal dan kering. Tentu saja dosis yang diberikan harus sesuai dengan usia anak. Madu juga memicu produksi air liur yang berfungsi sebagai ekspektoran alami untuk meringankan tenggorokan dari batuk. Riset membuktikan bahwa madu yang berwarna lebih gelap memiliki lebih banyak antioksidan dan memiliki lebih banyak kegunaan dibandingkan madu yang berwarna terang.

Selain itu, khasiat dan kegunaan madu untuk anak adalah membantu mencegah terjadinya aktifitas mengompol di malam hari. Mengkonsumsi madu membuat anak lebih bergairah dalam menjalankan aktifitasnya dan pencernaan mereka akan bekerja lebih baik. Proses urinasi anak juga bisa lebih teratur sehingga anak tidak perlu lagi mengompol di malam hari.