Kenali Gangguan Pencernaan dan Dampaknya pada Balita

Gangguan pencernaan umum terjadi pada semua usia, termasuk balita. Gangguan pencernaan atau dyspepsia adalah nama lain dari sakit perut yang ditandai dengan satu atau lebih gejala seperti merasa kepenuhan saat sedang makan atau perasaan tidak nyaman setelahnya. Orang dewasa akan mudah menyatakan gejala yang dirasakannya, namun tidak demikian halnya dengan balita dikarenakan ketidaktahuannya. Di sini orangtua maupun penjaga anak hendaknya mengenali gejala-gejala yang mengikuti gangguan pencernaan pada balita agar dapat menghindari dampak lanjutan yang lebih serius.

Gangguan pencernaan umumnya terjadi manakala balita makan terlalu banyak, terlalu cepat, atau mengkonsumsi makanan yang menjadi pencetus alerginya. Karena susunan gigi-geliginya yang belum terbentuk sempurna, terkadang balita suka terlalu cepat menelan makanannya sebelum makanan tersebut terkunyah dengan baik. Pada balita yang suka makan, biasanya porsi makanan yang dikonsumsinya dalam sekali makan tidak terkontrol dengan baik sehingga porsinya kebanyakan. Makanan yang tidak tercerna dengan baik, porsi makan kebanyakan, dan makanan pencetus alergi ini memperberat kinerja enzim dan sistem pencernaan yang memunculkan masalah pada pencernaan. Masalah pencernaan seperti maag dapat menyebabkan gangguan pencernaan juga, namun hal ini tidak umum terjadi pada balita.

Seperti tersebut di atas, balita cenderung tidak dapat menyatakan gangguan pencernaan yang dialaminya. Orangtua dan penjaga anak perlu memperhatikan bila balita menolak untuk makan, sering bersendawa, perutnya berbunyi, tidak dapat tidur, menangis terus sambil menunjuk atau memegangi perutnya, atau bahkan muntah. Bila balita menunjukkan gejala-gejala tersebut, bisa jadi balita Anda mengalami gangguan pencernaan.

Dampak ringan dari gangguan pencernaan pada balita adalah menimbulkan rasa ketidaknyamanan pada balita. Gangguan pencernaan yang tidak segera diatasi juga dapat menyebabkan anak menolak untuk buang air besar yang berimbas pada terjadinya desensitisasi pada balita. Orangtua dan penjaga anak perlu memberikan perhatian serius bila gejala gangguan pencernaan yang dialami anak terus berlanjut, terutama bila terdapat darah pada muntahannya atau pun tinjanya. Gejala lanjutan yang serius tersebut menunjukkan adanya kemungkinan terjadinya infeksi pada system pencernaan balita yang disebabkan oleh serangan virus atau bakteri. Bila hal ini terjadi, segera bawa balita Anda menemui dokter anakĀ  terpercaya agar segera mendapatkan penanganan medis yang sesuai.