Kandungan Gizi pada Labu Kuning

Siapa yang tidak kenal dengan buah labu kuning? Buah yang banyak dikonsumsi masyarakat pada bulan Ramadhan sebagai pelengkap berbuka puasa ini dapat tumbuh subur di lahan tropis seperti Indonesia. Dengan beberapa nama, labu kuning dikenal juga dengan nama labu parenggi, waluh, dan labu paran. Labu kuning dikenal dengan sebutan “pumpkin” dalam bahasa Inggris dan Cucurbita Moschata Duch sebagai nama latinnya.

Kandungan gizi pada labu kuning ternyata banyak. Selain dapat diolah untuk menjadi bahan makanan dan minuman yang bergizi tinggi, labu kuning kaya dengan vitamin A dan beta karoten. Beta karoten adalah pigmen yang berwarna kuning-oranye, yang jika dicerna di dalam tubuh manusia akan berubah menjadi vitamin A. Dengan berbagai manfaat yang sudah diketahui, vitamin A dan beta karoten sangat bermanfaat bagi kesehatan mata dan kulit, kekebalan tubuh, dan reproduksi. Risiko penyakit degeneratif, seperti diabetes mellitus, arterosklerosis, jantung koroner, hipertensi, dan kanker dapat dicegah dan dikurangi dengan antiokasidan, saponin, flavanoid, dan tannin dalam labu kuning. Kandungan vitamin C dalam labu kuning bermanfaat untuk kekebalan tubuh dan dapat menjadi antioksidan. Selain itu, labu kuning mengandung zat besi yang sangat diperlukan dalam pembentukan hemoglobin (Hb). Para ibu hamil dan baru melahirkan sangat membutuhkan zat besi. Bayi pada masa kelahirannya juga memerlukan zat besi untuk perkembangan otak bayi.

Tak hanya itu, kandungan gizi pada labu kuning juga terkait dengan manfaatnya sebagai penunjang kelancaran metabolisme tubuh karena kandungan kaliumnya. Kalium berfungsi sebagai penyeimbang air dan elektrolit (asam basa) dalam sel tubuh. Untuk mengurangi risiko sembelit, labu kuning memiliki kandungan serat yang tinggi. Kandungan kimia dalam labu kuning juga berfungsi untuk mengurangi kadar gula dalam darah, menjadi sumber antibakteri, dan antivirus, selain meningkatkan sistem kekebalan tubuh, vitalitas, dan mencegah terjadinya penggumpalan darah. Kandungan lemak dalam labu kuning juga tergolong rendah sehingga tak perlu takut gemuk untuk mengonsumsinya dalam jumlah yang wajar.

Dalam labu kuning yang diolah menjadi tepung, kandungan gizi pada labu kuning juga tidak hilang. Dalam analisis kuantitatif, tepung labu kuning memiliki rendemen 10,49%, kadar air 11,88%, dan kadar abu 7,73%, kadar karbohidrat 14,22%,, kadar protein 10,12%,, kadar lemak 4,87%, kadar serat 10,28%.