Gejala Meningitis pada Bayi

Meningitis tergolong penyakit menular dan sangat berbahaya. Lebih-lebih jika meningitis menyerang bayi yang masih sangat rentan penyakit. Bagaimana awal penyakit meningitis menyerang manusia, terkadang sulit diketahui. Pasalnya, penyakit yang satu ini tidak memiliki gejala yang spesifik. Padahal penderita meningitis masih akan menularkan penyakitnya selama mereka masih menunjukkan gejalanya. Bahkan, para penderita meningitis yang disebabkan oleh bakteri masih dapat menularkan penyakitnya sekitar 24 jam setelah mereka diberi antibiotik.

Berangkat dari kenyataan itu, pengetahuan seputar gejala dari penyakit meningitis tentunya menjadi sangat penting. Salah satu contoh yang agak memprihatinkan, misalnya, masih banyak orang tua yang tak bisa membedakan gejala penyakit meningitis dengan influenza karena ciri-cirinya yang hampir sama. Padahal jika diperhatikan dengan sungguh-sungguh, ada beberapa gejala lain yang menyertai penyakit meningitis pada bayi selain gejala yang sering ditemui terkait dengan influenza. Misalnya, selain demam tinggi, meningitis juga dapat menyebabkan bayi menjadi sensitif. Bayi akan menjadi mudah marah dan terus-menerus menangis. Selain itu, bayi juga umumnya menjadi merasa tak nyaman, gelisah, tidak memiliki nafsu makan, tidak aktif, kejang, dan terkadang ditemukan tonjolan pada bagian lunak di atas kepala bayi. Bayi pun akan tampak lemah, gemetaran, muntah, dan tidak mau minum susu. Meski merasa tidak nyaman, bayi yang mengalami meningitis justru akan tidur terlalu banyak,

Gejala lainnya dari bayi yang terserang meningitis adalah hipotermia atau suatu kondisi di mana mekanisme tubuh untuk pengaturan suhu kesulitan mengatasi tekanan suhu dingin. Kesulitan minum, muntah, diare, dan sesak napas juga adalah gejala-gejala yang lainnya. Beberapa dari penderita meningitis juga mengalami letargi atau penurunan kesadaran. Respons bayi terhadap rangsangan biasanya akan berkurang. Jika disebabkan virus coxsackie, pada bayi yang terserang meningitis akan ditemui rash atau merah-merah pada kulit. Tubuh bayi pun menjadi panas. Rash dan panas pada kulit umumnya akan menghilang setelah 4-5 hari.

Setelah ditemukan gejala-gejala meningitis tadi, orang tua tetap perlu berkonsultasi dan memeriksakan sang bayi pada dokter. Dalam hal ini, tentu saja untuk memastikan apakah sang bayi memang terserang meningitis atau tidak. Pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium—termasuk tes darah—dan pemeriksaan X-Ray, akan membantu dokter untuk melakukan terapi pengobatan yang tepat.

Mengenali gejala meningitis dengan cepat akan memberikan perawatan dengan cepat. Tentu saja perawatan yang cepat juga tepat membuat bayi Anda bisa cepat sembuh dan terhindar dari komplikasi yang merugikannya. Jika Anda masih belum paham dan ragu dengan gejalanya, setiap bayi Anda mengalami hal yang berbeda dibandingkan biasanya maka Anda bisa mengkonsultasikannya kepada dokter yang menanganinya. Dokter langganan yang sudah memiliki record kesehatan bayi Anda jauh lebih direkomendasikan.