Gejala Dan Cara Menangani Cacar Air pada Bayi

Cacar Air Pada Bayi, bagaimana penanganannya?
Menjaga kesehatan bayi sangatlah penting, untuk itu waspadailah penyakit cacar air pada bayi. Kita tahu bahwa kulit bayi sangat sensitif dan rentan terhadap penyakit kulit seperti cacar air, terlebih lagi pada musim pancaroba seperti ini, dimana penyakit tubuh subur. Cacar air disebabkan oleh virus yang disebut virus Varisela Zoster. Virus ini dapat bertumbuh dengan cepat sehingga bayi akan rentan tertular penyakit ini. Untuk menghindarinya, ada baiknya jika anda menyimak informasi mengenai gejala dan cara menangani cacar air pada bayi.

Gejala Cacar Air Pada Bayi
Cara mengenali pertanda cacar air pada bayi adalah dengan mengamati munculnya gejala dari cacar air. Gejala yang pertama biasanya adalah bayi anda akan merasa demam, flu, pilek, lesu, dan lemas. Gejala awal ini pertanda masuknya virus cacar air pada bayi. Kedua, setelah demam berlangsung selama beberapa hari, munculah kemerahan pada kulit yang biasanya ditemukan di daerah perut, dada, punggung, dan menyebar pada wajah dan anggota gerak tubuh. Ketiga, pada daerah kulit yang memerah, terbentuklah lenting berisi cairan berdinding tipis. Pada saat inilah bayi akan merasakan nyeri dan gatal. Tetapi hendaknya orangtua menjaga bayi agar tidak menggaruknya, karena jika tergaruk cacar akan mengering lebih lama disebabkan oleh lenting cacar yang pecah. Infeksi bakteri akan terjadi pada lenting cacar yang pecah sehingga proses penyembuhanya akan lama dan membuat bekas luka sulit untuk hilang. Cacar air pada bayi dapat sembuh dengan sendirinya jika lenting tidak digaruk atau tergaruk. Dalam kondisi ini, cacar akan mengering kemudian membentuk krusta yang nantinya dalam waktu yang lama akan terkelupas dengan sendirinya. Pengelupasan ini akan meninggalkan noda yang lama-kelamaan juga pudar. Oleh karena itu lebih baik cacar dibiarkan mengering.

Cara Menangani Cacar Air Pada Bayi
Menangani cacar air pada bayi pada dasarnya sama dengan cara menangani cacar air pada anak, yaitu dengan beberapa cara, diantaranya yang pertama mengistirahatkan bayi agar proses penyembuhan dapat berlangsung dengan cepat. Mungkin anda akan mengalami kesulitan dalam mengistirahatkan bayi, untuk itu ciptakan kondisi yang nyaman. Anda dapat memberikan bedak yang dapat mengurangi rasa gatal atau infeksi virus cacar air sehingga bayi dapat beristirahat dengan nyaman. Dalam hal ini, gunakan bedak talk salycil yang mengadung menthol karena bedak ini selain mengurangi rasa gatal juga cocok untuk kulit yang sensitif. Kedua, berikan makanan yang bergizi pada bayi untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya. Makanan yang baik bagi bayi adalah sayuran dan buah-buahan karena kaya akan vitamin yang baik untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Sebenarnya tidak hanya bayi, anda pun juga harus banyak mengkonsumsi makanan yang bergizi. Ketiga, perbanyaklah asupan air putih, untuk bayi anda dapat memberikan menu tambahan yang cocok bagi mereka, yaitu jeli yang anda masak sendiri karena lebih higienis dan aman karena bebas dari bahan pengawet dan pemanis buatan. Keempat, jagalah kebersihan lingkungan dan diri bayi dengan rajin mengganti pakaian bayi dan pisahkanlah semua barang yang telah dipakai dan cucilah selalu, jangan menunggu untuk menimbun. Yang terakhir, jangan lupa agar menjaga ag air pada bayi tidak tergaruk supaya proses penyembuhanya dapat berlangsung dengan cepat.
Fakta yang harus anda ketahui tentang cacar air pada bayi, yaitu hampir semua orang pernah mengalami cacar air dan usia 1-5 tahun adalah usia yang paling rentan. Dengan kata lain bayi sangat rentan terkena cacar air. Untuk menghindari cacar air pada bayi orangtua hendaknya memantau kesehatan bayi pada usia-usia krusial ini. Orangtua, jika perlu dapat memberikan suplemen vitamin yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh sehingga terhindar dari berbagai macam penyakit termasuk cacar air pada bayi.