Efek Perkawinan Usia Dini Bagi Kehamilan yang Sehat

Gaya hidup yang sangat rentan dengan kebebasan seringkali menjerumuskan para remaja kepada pergaulan yang kurang sehat, seperti seks bebas. Ujung-ujungnya, pernikahan dini menjadi solusi untuk menutupi rasa malu akibat hamil di luar nikah. Apakah dengan adanya pernikahan tersebut, semua masalah akan berakhir? Tentu saja tidak, karena masih banyak serentetan masalah yang siap menanti akibat perkawinan usia dini.

Di usia dini, secara fisik mungkin mereka terlihat kuat, akan tetapi apakah mereka sudah siap secara mental dan ekonomi? Mengingat mereka masih sangat muda dan kemungkinan besar belum siap secara ekonomi? Kemungkinan beban terberat akan dialami oleh wanita, mengingat banyak sekali yang harus dipersiapkan untuk menjadi seorang ibu.

Tahukah Anda, jika organ reproduksi pada gadis di bawah umur 20 tahun masih belum berfungsi sempurna sehingga ia belum cukup siap menerima kehidupan janin dalam rahimnya. Selain itu, secara psikis wanita dengan usia muda pasti belum siap menerima perubahan dalam hidupnya, misalnya perubahan fisik saat hamil, menghadapi persalinan, dan juga merawat anak. Jadi, untuk menghadapi kehamilan, tidak hanya dibutuhkan kesiapan mental, fisik, namun juga sosial ekonomi.

Untuk mendapatkan kehamilan yang sehat, dibutuhkan ibu yang sehat pula. Sehat di sini dalam arti siap secara fisik dan psikis dalam menerima kehamilan. Jadi, umur calon ibu merupakan faktor penting untuk menentukan kehamilan yang sehat dan terencana. Jika usia ibu terlalu tua saat hamil, maka terlalu banyak resiko yang ditimbulkan, diantaranya keguguran, dan komplikasi.

Sebaliknya jika usia ibu terlalu muda, maka akan berisiko meningkatkan kematian bayi, dan juga komplikasi saat persalinan. Selain itu, masih banyak efek perkawinan usia dini bagi kehamilan yang sehat, diantaranya adalah :

  • Karena organ reproduksinya belum berfungsi sempurna sehingga memicu terjadinya keguguran, bayi lahir dengan berat badan rendah dan kelainan bawaan.
  • Usia yang masih dini biasanya membuat kesadaran memeriksakan kehamilan rendah sehingga perkembangan janin menjadi terhambat.
  • Risiko kanker leher rahim semakin meningkat akibat hubungan seks dan melahirkan sebelum usia 20 tahun.
  • Meningkatnya tekanan darah.
  • Mudah terjadi infeksi.
  • Persalinan yang lama dan sulit.

Efek perkawinan usia dini bagi kehamilan yang sehat di atas semoga berguna untuk menambah wawasan serta pengetahuan bagi para remaja agar tidak terjerumus kepada pergaulan yang tidak sehat.