Diet Pada Balita, Perlukah?

Mungkin anda bertanya-tanya, Diet Pada Balita, Perlukah? 

Balita membutuhkan nutrisi atau zat gizi dalam setiap makanan yang dikonsumsinya. Makanan bergizi yang dikonsumsi tidak hanya berguna untuk perkembangan dan pertumbuhan fisik dan otaknya. Namun, makanan bergizi juga dibutuhkan untuk aktifitas fisiknya. Berbagai aktifitas fisiknya membutuhkan asupan makanan yang tepat sesuai dengan kebutuhannya.

Terdapat perbedaan antara menu untuk balita dan orang dewasa, baik porsi makannya, komposisi gizinya, dan jenis bahan makanannya. Sebenarnya, perlukah diet pada balita? Mungkin beberapa orang menganggap bahwa diet hanya ditujukan untuk orang dewasa yang menginginkan tampil sempurna, keren, dan cantik. Namun, ternyata diet tidak hanya untuk kalangan orang dewasa, balitapun dapat juga melakukan diet. Tentu saja, diet yang dilakukan sesuai dengan kondisi yang ada. Selain itu, diet harus dilakukan atas saran dan pantauan dokter atau tenaga kesehatan.

Diet Pada Balita, Perlukah? Hal-Hal Yang Menjadi Dasar Atau Alasan Untuk Diet

Balita yang aktif membutuhkan nutrisi yang tepat. Nutrisi adalah asupan makanan yang mengandung unsur gizi. Unsur zat gizi terdiri dari makronutrien dan mikronutrien. Zat gizi makronutrien terdiri dari karbohidrat, protein, dan lemak. Sedangkan, zat gizi mikronutrien adalah vitamin dan mineral esensial.

Telah diketahui bahwa karbohidrat, dan lemak adalah zat pembangun sebagai penghasil tenaga atau energi. Energi dibutuhkan untuk aktifitas fisik, dan untuk pertumbuhan badan. Protein sebagai zat pembangun, untuk pertumbuhan dan perkembangan tubuh. Selain itu, protein berguna untuk mengganti sel-sel dalam tubuh yang rusak. Vitamin dan mineral adalah zat gizi yang berguna sebagai zat pengatur. Meskipun, tubuh hanya membutuhkan sedikit, namun sangat penting. Berbagai organ tubuh tidak dapat bekerja secara optimal, bila tubuh kekurangan vitamin dan mineral. Dan yang tidak boleh dilupakan adalah air untuk membuat semua organ tubuh dapat bekerja dengan lancar dan optimal.

Bila unsur gizi balita terpenuhi, maka pertumbuhan dan perkembangan baik fisik, maupun mental diharapkan akan optimal. Namun, bagaimana bila ada balita atau anak yang mengalami obesitas? Apakah anak atau balita tersebut mengalami kelebihan gizi? pada kasus seprti ini Diet Pada Balita, Perlukah?

Saat ini, ada banyak balita dan anak-anak yang mengalami kelebihan berat badan (obesitas). Sebenarnya anak yang mengalami obesitas bukan kelebihan gizi namun kelebihan kalori.

Ada beberapa hal yang menjadi alasan untuk dilakukan diet pada balita, antara lain:

  • Kelebihan berat badan pada balita
  • Adanya penyakit tertentu yang diderita (misalnya diabetes)
  • Jumlah gizi yang tidak sesuai dengan kebutuhan tubuh, dan hal-hal lainnya.

Selama ini, diet hanya dianggap membatasi jumlah asupan makanan untuk tubuh, padahal diet adalah pengaturan pola makan. Pengaturan pola makan bukan hanya dengan membatasi asupan makanan dalam tubuh, namun menambah asupan makanan atau zat gizi yang kurang untuk tubuh juga termasuk diet.

Diet Pada Balita, Perlukah? Hal-Hal Yang Perlu Diketahui

Diet pada balita dilakukan tergantung kondisi fisik balita tersebut. Balita yang memiliki berat badan seimbang, sehat, aktif, sesuai dengan kartu menuju sehat (KMS), dan tidak menderita penyakit tertentu, tidak memerlukan diet. Diet hanya diperlukan bila balita didiagnosa oleh dokter memiliki masalah dengan berat badan, berat badan yang rendah, atau menderita penyakit tertentu. Hal ini memungkinkan untuk dilakukan diet pada balita.

Ada beberapa hal yang perlu diketahui sebagai orangtua yang memiliki balita, antara lain:

  1. Masa balita merupakan periode keemasan anak, sehingga anak membutuhkan nutrisi penting bagi pertumbuhan dan perkembangan fisik, dan otaknya.
  2. Biarkan anak melakukan aktifitas fisiknya selama tidak berbahaya. Orangtua wajib melakukan pengawasan saat anak melakukan aktifitas. Karena anak sedang belajar untuk mengerti tentang banyak hal di lingkungannya.
  3. Jaga asupan makanan balita, dengan makanan yang bergizi seimbang. Balita membutuhkan nutrisi yang cukup untuk mengoptimalkan tumbuh kembangnya.
  4. Berikan sayuran dan buah-buahan dalam saat makannya. Buah-buahan dapat dimakan secara langsung atau dibuat jus. Sedangkan, sayuran ada yang dapat dimakan langsung, ada juga yang perlu dimasak terlebih dulu.
  5. Biasakan balita makan di rumah. Lebih baik balita tidak mengkonsumsi makanan siap saji, makanan instant, atau makanan kaleng. Makanan tersebut dapat membuat balita mengalami obesitas atau kelebihan berat badan.
  6. Kurangi makanan yang mengandung kadar gula tinggi. Kadar gula yang tinggi berdampak kurang baik bagi kesehatannya, dapat memicu penyakit diabetes, dan obesitas.
  7. Biasakan untuk meminum air putih. Air putih baik bagi kesehatan, karena berfungsi melancarkan metabolisme tubuh.
  8. Bagi balita yang mengalami obesitas, tetap berikan susu untuk memenuhi gizinya. Ada beberapa merk susu yang mengandung dan mencantumkan gula tambahan pada produknya, seperti sukrosa, fruktosa, dan glukosa. Pilih susu yang tidak mengandung gula tambahan pada produk susunya.

Konsultasikan dengan dokter bila anda akan menerapkan diet pada balita. Hal ini agar diet yang dilakukan tidak membuat balita malah kekurangan gizi. Demikian pembahasan atasan pertanyaan Diet Pada Balita, Perlukah? semoga berguna.