Dampak Permainan Tradisional Pada Balita

Permainan tradisional tinggallah kenangan
Seiring perkembangan zaman, kini permainan tradisional mulai terpinggirkan dengan munculnya permainan modern. Anak balita jaman sekarang cenderung menyukai permainan yang dimainkan secara individu seperti playstation, gameboy, nintendo maupun permainan di handphone. Kondisi ini tentunya berbeda sewaktu Anda masih kecil dulu. Berbagai permainan tradisional seperti petak umpet, bentengan, congklak, lompat tali, layang-layang, mobil-mobilan dari kulit jeruk bali, pistol-pistolan dari pelepah daun pisang tentu masih berkesan di benak Anda. Meskipun sederhana, namun permainan tradisional ini sebenarnya membawa dampak positif khususnya bagi perkembangan anak balita. Apa saja dampak positif tersebut? Mari ikta ikuti kelanjutan artikel yang berjudul ìDampak permainan tradisional pada balita (usia 2-5 tahun)î berikut ini.

Dampak positif permainan tradisional

Dibalik sederhananya permainan tradisional, ternyata tersimpan sebuah makna yang cukup dalam bagi anak balita yang memainkannya. Berikut ini beberapa dampak positif dari permainan tradisional.

 

  1. Mengasah daya kreativitas
    Sejak dulu kala permainan tradisional telah membuat anak Indonesia menjadi kreatif. Kreativitas tersebut terbentuk mulai dari membuat alat permainan hingga ketika bermain. Misal ketika akan bermain pistol-pistolan, maka terlebih dahulu membuat alat permainan pistol-pistolan dari pelepah pisang. Anak balita akan diajarkan temannya yang pandai tentang bagimana cara membuat pistol-pistolan mulai dari memilih pelepah pisang yang baik, mencari lidi yang tajam kemudian dirangkai menjadi pistol-pistolan. Tentu kegiatan ini dapat memacu daya kreativitas anak. Ketika bermain pun demikian. Aturan main dalam permainan pistol-pistolan tidak mempunyai aturan yang baku. Biasanya aturan tersebut merupakan aturan umum yang digunakan kemudian ditambah dengan sejumlah kesepakatan-kesepakatan antar pemain. Nah di sinilah anak balita dituntut untuk kreatif dalam menciptakan aturan main yang cocok dengan kondisi mereka.
  2. Dapat menjadi terapi yang manjur
    Ketika bermain anak balita akan meluapkan segala emosinya baik tertawa, teriak dan bergerak. Dengan meluapkan emosinya ini akan menjadi terapi yang manjur manakala anak balita menderita penyakit-penyakit tertentu.
  3. Dapat mengasah kecerdasan intelektual anak
    Beberapa permainan tradisional seperti congkak dapat melatih anak untuk berhitung dan mengatur stategi agar dapat memperoleh poin lebih banyak. Selain itu pula dengan bermain bersama maka akan mengasah emosinya sehingga dapat menciptakan rasa toleransi terhadap teman yang lain.
  4. Melatih kepemimpinan
    Karena umumnya permainan tradisional dimainkan secara beregu, maka untuk memenangkan permainan tersebut tentu dibutuhkan kerjasama antar pemain. Nah disinilah akan muncul jiwa-jiwa pemimpin. Anak akan mulai berfikir bahwa setiap anggota regu pasti memiliki kelebihan masing-masing. Misal anak yang dapat berlari cepat maka akan diposisikan di depan. Kemudian anak yang dapat menghadang lawan dan agak besar maka akan diposisikan di belakang.
  5. Belajar jujur dan disiplin
    Setiap permainan tradisional biasanya memiliki aturan main yang telah disepakati bersama. Jika salah satu pemain curang maka pemain yang lain akan menjatuhkan sangsi sosial berupa tidak diikutkannya pemain curang tersebut mengikuti permainan selanjutnya. Nah dengan begitu anak balita akan belajar disiplin untuk taat pada aturan yang telah disepakati bersama.
  6. Menyatu dengan alam
    Dengan digunakannya bahan-bahan alami seperti pelepah pisang, kulit jeruk bali, pasir, dan batu akan mendidik anak balita untuk mengenal alam secara lebih dekat.

Demikian artikel berjudul Dampak permainan tradisional pada balita. Semoga kita dapat melestarikan budaya permainan tradisional yang semakin tergeser kepada anak cucu kita.