Dampak Obesitas pada Anak

Obesitas adalah suatu kelainan atau penyakit dengan tanda adanya penimbunan lemak tubuh secara berlebihan.  Seorang anak dikatakan obesitas bila Berat Badan > 120%  dari standar BB yang telah ditentukan berdasarkan umur.  Penyebab pastinya dari obesitas masih belum diketahui.  Penyakit ini merupakan penyakit multifaktorial yang diduga disebabkan oleh interaksi faktor genetik dengan faktor lingkungan.  Faktor lingkungan yang dimaksud adalah gaya hidup, pola makan, asupan nutrisi, aktivitas, sosial ekonomi.

Dampak obesitas pada anak diantaranya adalah:

 

  1. Penyakit Diabetes Mellitus-2. Penyakit diabetes tipe ini jarang terjadi.  Umumnya hanya 4 % dari penderita obesitas yang mengalaminya.
  2. Penyakit Kardiovaskuler. Anak dengan penyakit obesitas umumnya tekanan darah dan denyut jantungnya akan meningkat, dan sebagian dari mereka (20-30 %) menderita hipertensi.  Selain itu umumnya anak obesitas mengalami peningkatan kadar insulin, LDL- kolesterol, tri gliserida dan tekanan darah sistolik.  Sedangkan HDL-kolesterolnya mengalami penurunan.  Obesitas dapat menimbulkan resiko kardiovaskuler pada anak di usia dewasa.
  3. Obstruktive Sleep Apnea. Penyakit ini ditandai dengan tidur yang mendengkur dan nafas yang tersendat-sendat.  Obstruktive Sleep Apnea disebabkan karena adanya penebalan pada dinding perut dan dada, sehingga pergerakan diagfraghma dan dinding dada terganggu.  Volume paru menurun, sementara pola ventilasi paru berubah, beban kerja otot menjadi meningkat.  Tonus otot dinding dada mengalami penurunan saat tidur yang dibarengi dengan meningkatnya kadar karbondioksida dan penurunan saturasi oksigen.  Penyakit ini menyebabkan tidur menjadi gelisah karena jalan nafas yang acap terganggu lidah.  Sleep apnea ini dapat menyebabkan masalah yang lebih serius bila tidak ditangani dengan segera.
  4. Pseudotumor Serebri. Penyakit ini terjadi karena adanya peningkatan tekanan intrakranial yang disebabkan adanya gangguan paru dan jantung.  Akibatnya kadar karbondioksida meningkat, kepala sakit, diplopia, terjadinya kehilangan lapangan pandang perifer dan edema.
  5. Gangguan Orthopedik. Obesitas dapat menimbulkan gangguan orthopedik akibat berat badan yang berlebih contohnya pada pergerakan panggul dan lutut.  Umumnya anak yang menderita obesitas akan merasakan nyeri pada lutut dan panggul.  Hal ini dikarenakan adanya penurunan.

Oleh karena dampak obesitas pada anak merupakan kasus yang tidak ringan, maka gangguan dan kelainan berat badan ini harus segera diatasi untuk mencegah terjadinya gangguan pada kesehatan tubuh.