Cara Sukses Mengajarkan Toilet Training

Mengajarkan toilet training kepada si kecil tidaklah mudah, sebagai orang tua kita harus meluangkan ekstra waktu untuk mempelajari kebiasaan-kebiasaan anak anda supaya toilet training berhasil dengan baik.

Beberapa hal yang harus dipelajari antara lain:

Kesiapan Anak

Tidak ada usia yang pasti kapan anak anda dapat diajarkan menggunakan toilet. Tapi waktu yang paling baik adalah disaat anak sudah bisa mengucapkan kata-kata, atau sudah bisa memberikan tanda jika sudah kebelet untuk buang air dari expresi wajah dan gerak gerik. Sedikit demi sedikit sudah bisa kita coba untuk melakukan pelatihan menggunakan toilet.

Saat sudah mulai dan ternyata dalam beberapa minggu tidak ada tanda-tanda perubahan, itu tandanya anak anda belum siap untuk toilet training. Tunggu beberapa minggu lagi sebelum mencoba untuk latihan kembali dan anak anda terlihat siap menjalani latihannya. Jangan terlalu memaksakan kehendak kita karena akan susah untuk keberhasilannya.

Membiasakan Tanpa Popok

Jika sehari-hari anak anda terbiasa dengan popok sekali pakainya, cobalah sedikit demi sedikit untuk membiasakannya tidak memakainya sepanjang hari. Jika terlanjur mengompol atau buang air di celananya beri pengertian kepada anak bahwasanya jika baju atau celananya kotor dan basah harus segera diganti dan dibersihkan supaya tidak meninggalkan bau yang tidak sedap kepada orang sekitar.

Membangun Kebiasaan atau Rutinitas

Cobalah membangun kebiasaan dari hal-hal kecil seperti saat sebelum tidur dan saat bangun tidur untuk pergi ke toilet. Jika anak anda sudah terbiasa, maka rutinitas ini akan terus berjalan.

Menggunakan Potty (Tempat Buang Air)

Saat ini dipasaran banyak sekali dijual potty khusus anak-anak yang menyerupai kloset untuk latihan anak buang air, dengan bentuk serta karakter yang beragam sesuai dengan selera anak-anak.

Beri Pujian Pada Anak

Jangan sungkan untuk member pujian kepada anak anda jika sudah melakukan setiap tahap dengan baik. Bahkan jika belum berhasil sebaiknya beri respon positif yang dapat menguatkan dia sehingga tidak trauma dengan pembelajarannya saat ini. Jangan juga memujinya terlalu berlebihan karena akan menyebabkan dirinya menjadi gugup dan takut gagal hingga bis mengakibatkan kemunduran atau kecelakaan kecil.