Balita Perempuan Belajar Dari Ibu

Balita atau anak-anak dibawah usia lima tahun adalah masa dimana seorang individu sedang dalam hubungan yang sangat dekat dengan kedua orang tuanya. Pada masa balita, sebagai individu mulai berinteraksi dengan lingkungan sosialnya. Dan lingkungan terdekatnya adalah orang tuanya. Balita juga sudah mulai mengenal identitas dirinya seperti nama sendiri, nama orangtua, rumahnya, umurnya dan jenis kelaminnya. Disamping itu, balita juga sudah mengenal orang-orang di sekelilingnya seperti siapa orang tuanya, yang mana kakek dan neneknya, kakak dan saudaranya, tetangganya dan teman bermainnya.

Balita belajar dari lingkungan sekitarnya dalam hal bersosial. Namun, yang paling dekat adalah kepada orang tuanya. Ada perbedaan antara jenis kelamin balita terhadap tumbuh kembang psikologis dan fisiknya terkait dengan kehidupan sosialnya. Balita perempuan secara fisik cenderung mirip dengan sang ayah, namun naluri akan kelaminnya membuatnya lebih intens belajar bersama sang ibu. Disamping itu, karena kedekatan emosi sang ibu sejak dalam kandungan terhadap janin yang berjenis kelamin perempuan akan berbeda dengan janin yang berjenis kelamin laki-laki, seringkali emosi dan ikatan batin terjalin menjadikan balita yang sedang tumbuh berkembang cenderung belajar dari sang ibu sehingga balita perempuan belajar dari ibu sesuai dengan naluri gendernya.

Balita Perempuan Belajar Dari Ibu

Pelajaran pertama adalah mengenai bahasa. Balita perempuan cenderung mudah untuk menirukan apa yang diucapkan oleh ibu. Akibat dalamnya emosi antara balita dengan sang ibu, maka seperti layaknya apa yang dikatakan ibu, akan langsung ditirukan olehnya.

Menginjak usia 2 tahun, balita sudah mulai bisa mengenal lingkungan sekitarnya, membedakan kelaminnya dan mulai berdandan. Dia akan cenderung melihat dan menirukan gaya sang ibu ketika berdandan, meminta untuk dipakaikan apa saja yang sama dengan yang dipakai oleh sang ibu. Ketika sang ibu memakai perhiasan, maka balita perempuan akan cenderung meminta untuk ikut memakai perhiasan tersebut, paling tidak ikut memakai perhiasan seperti ibunya.

Ketika usia mencapai 3 tahun, balita perempuan sudah pandai menirukan sang ibu dalam bertindak. Dalam berdandan pun sudah pandai berdandan meniru ibunya dengan caranya sendiri. Hal ini didapat dari cara dia memperhatikan setiap tindakan ibunya. Selain itu gaya bicaranya pun sudah menirukan gaya bicara sang ibu meski dengan intonasi yang terbata-bata dan pengucapan yang masih cedal.

Usia 4 sampai 5 tahun, para ibu harus berhati-hati dengan apa yang dilakukan. Karena menginjak usia ini balita anda akan benar-benar menirukan secara detail gerak-gerik ibunya. Bukan hanya berdandan dan berbicara, namun juga cara ibu memasak, mengerjakan tugas dan yang perlu diwaspadai adalah bagaimana cara ibu mengomel, menggosip dan mengatur-ngatur. Oleh karena itu, contohkan hal yang baik kepada anak anda.

Meskipun seorang balita akan selalu dekat kepada kedua orang tuanya ternyata factor gender dapat mempengaruhinya untuk belajar dan meniru lebih baik. Oleh karena itu mengapa kebanyakan balita perempuan belajar dari sang ibu. Jadi ibu harus memberinya contoh yang baik agar balita perempuan ibu dapat menjadi wanita yang baik kelak kemudian hari.