Balita Belajar Menulis Halus, Perlukah?

Balita belajar menulis halus, perlukah? termasuk pertanyaan yang penting bagi para orang tua. Menulis halus termasuk kegiatan baru bagi balita. Karenanya, para orang tua perlu mengajak balita belajar menulis halus sejak dini. Ketika kegiatan baru tersebut disukai balita, tentu akan menggembirakan baginya.

Sebenarnya belajar menulis halus bagi balita, selain untuk mengajak pada kegiatan baru, tentunya akan dapat menambah keterampilan anak. Hal tersebut juga sebagai bukti yang dapat menunjukkan adanya perkembangan pada aspek motorik anak balita.

Balita Belajar Menulis

Menulis akan menjadi hal yang menyenangkan bagi balita jika kondisinya nyaman dan membuatnya semangat untuk belajar menulis. Balita menyukai hal baru seiring proses pertumbuhan dan perkembangannya.

Ketika balita mulai menyukai belajar tentang sesuatu hal, maka aspek koordinasi motorik halus serta kemampuan persepsi visualnya menunjukkan hasilnya. Aspek koordinasi motorik halus dan kemampuan persepsi visual balita termasuk salah satu keterampilan yang baru baginya. Keterampilan tersebut dapat dipelajari setelah aspek kemampuan lain balita kuasai. Sedangkan aspek yang sesuai dan mempengaruhi belajar menulis antara lain aspek koordinasi motorik halus dan kemampuan persepsi visual.

Aspek Koordinasi Motorik Halus Dan Kemampuan Persepsi Visual

Sesuai penjelasan di atas, dua faktor yang mempengaruhi balita belajar menulis sehingga tepat untuk menjawab pertanyaan balita belajar menulis halus, perlukah? yaitu aspek koordinasi motorik halus dan kemampuan persepsi visual. Berikut ini penjelasannya.

  • Aspek koordinasi motorik halus merupakan penggunaan bagian tubuh atau otot-otot kecil pada balita. Misalnya saja pada bagian tangan. Adapun tahap perkembangan motorik halus dapat diamati melalui perkembangan balita ketika menggenggam, menulis dan lainnya. Aspek koordinasi motorik halus dapat distimulus dengan latihan gerakan pada bagian lengan maupun ibu jari-telunjuk. Stimulus tersebut tampak ketika balita dilatih menulis halus, makan menggunakan sendok, menyisir rambutnya dan lain sebagainya.
  • Kemampuan persepsi visual yaitu bagaimana otak balita menginterpretasikan apa yang mereka lihat atau amati. Biasanya anak dapat menemukan bentuk tertentu yang tersembunyi serta mampu mengingat kembali semua karakteristik dari bentuk yang dilihatnya. Hal inilah yang menjadikan perlunya anak usia balita belajar menulis halus dengan segala kemampuan yang mulai berkembang pada dirinya. Oleh karena itu, jawaban atas pertanyaan balita belajar menulis halus, perlukah? tentu sudah terjawab dengan tepat.

Demikian ulasan mengenai pembahasan “balita belajar menulis halus, perlukah?” Semoga memberikan manfaat dan motivasi bagi para orang tua untuk terus melatih balitanya.