Balita 2-5 Tahun: Mainan Prasekolah

Banyak orang tua yang mengeluhkan mengenai kurikulum sekolah jaman sekarang yang dinilai terlalu memberatkan bagi anak yang baru memasuki sekolah dasar. Di sekolah dasar anak-anak langsung diajarkan secara formal mengenai cara menulis, membaca dan berhitung sehingga bagi anak yang belum pernah mengenyam PAUD (Pendidikan anak usia dini) maupun TK (Taman kanak-kanak) tentu akan menemui kesulitan. Akibat kondisi tersebut, orang tua harus mempersiapkan jauh-jauh hari untuk mendidik anaknya sejak balita 2-5 tahun melalui PAUD maupun TK.

Apa itu mainan prasekolah?

Di PAUD dan TK sendiri anak balita 2-5 tahun diajarkan berbagai mainan prasekolah. Mainan prasekolah merupakan jenis mainan edukatif yang ditujukan untuk mengembangkan fisik balita, mengembangkan kemampuan motorik, kemampuan mengontrol emosi, meningkatkan daya imajinasi dan kreativitas balita. Selain itu mainan prasekolah juga berguna untuk membekali balita agar dapat beradaptasi dengan lingkungan baru terutama ketika masuk sekolah nanti.

Pada umumnya balita belum mengerti tentang cara menggunakan mainan prasekolah ini biasanya balita akan memukul-mukul mainan, menggigit atau bahkan memasukkannya ke dalam mulut. Oleh karena itu meskipun pada dasarnya mainan prasekolah terbuat dari bahan-bahan yang aman bagi balita, namun untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan maka sebaiknya Anda awasi dan terlibat langsung ketika balita sedang bermain.

Contoh mainan prasekolah

Ada berbagai macam mainan prasekolah yang sering digunakan di PAUD maupun di TK. Berberapa mainan tersebut antara lain :

  1. PlayPad Besar (Bahasa Indonesia-Bahasa Inggris)PlayPad memiliki bentuk menyerupai iPad yang cukup bagus untuk pembelajaran mengenal huruf dan cara mengeja kata. Tak hanya itu balita juga dapat belajar mengenal angka dan not musik melalui PlayPad ini. Dengan layar sebesar 10 inchi dan desain ukuran 24×19 cm, PlayPad ini akan mengeluarkan suara jika ditekan sehingga cukup menarik perhatian balita ketika belajar. Selain itu suara yang dihasilkan pun dapat diatur bahasanya, yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.
  2. Aneka puzzle gambar bebek, ayam, ikan, kereta api dan lain sebagainyaPuzzle merupakan potongan-potongan suatu gambar yang jika disusun akan membentuk suatu gambar utuh. Ketika bermain puzzle, balita akan dirangsang syaraf motorik halusnya. Selain itu mainan prasekolah ini juga dapat melatih kesabaran dan merangsang balita untuk berpikir, mulai dari melihat potongan bentuk, kemudian memahami bentuknya hingga menemukan cara untuk menata ulang suatu bentuk gambar setelah diacak-acak.

Jika Anda tertarik dengan mainan prasekolah di atas Anda dapat membelinya di toko mainan anak-anak. Demikianlah artikel berjudul Balita 2-5 Tahun: Mainan Prasekolah. Semoga dapat menginspirasi Anda untuk mempraktekkannya di rumah ketika mengajak balita Anda bermain.