Bagaimana Menstimulasi Anak yang Lambat Bicara

Keahlian berkomunikasi anak-anak jaman sekarang sudah patut diacungi jempol. Perkembangan bicara mereka sungguh pesat sehingga anak umur 2 tahun sudah bisa menyanyikan lagu kesukaannya dengan baik meskipun pelafalan katanya belum begitu jelas. Namun, ternyata tidak semua anak mengalami perkembangan yang bagus seperti itu.

Ada anak yang terhitung lambat bicara. Bagaimana orangtua menyikapi hal seperti ini? Bagaimana menstimulasi anak yang lambat bicara? Adakah jalan yang bisa dilakukan dengan perlahan sehingga anakpun terdorong untuk mengoleksi kata-kata dalam jumlah banyak lalu bisa merangkainya menjadi sebuah kalimat sederhana? Tentu saja bisa.

Sebenarnya sejak lahir, anak sudah bisa berkomunikasi dengan baik meskipun melalui bahasa tubuh dan tatapan mata. Anak yang baru lahir kemudian disapa oleh ibunya maka dia akan bereaksi menggerakkan badannya dan mengeluarkan suara. Ketika disusui, ibu tahu bahwa mereka berdua sudah mulai berlajar berkomunikasi. Gerak tubuh bayi adalah media ekspresi dimana mereka menyampaikan perasaannya pada sang ibu.

Adakah riset tertentu untuk mengatasi anak yang lambat bicara? Bagaimana menstimulasi anak yang lambat bicara? Bantuan yang paling utama untuk anak yang lambat bicara adalah komunikasi dengan sang ibu. Sebagai sahabat dan orang yang terdekat, ibu tahu bagaimana merangsang anaknya untuk berbicara dan mengeluarkan ekspresi. Nyanyian ibu dan dongeng-dongeng yang dikisahkan sebelum tidur adalah salah satu stimulasi yang dilakukan ibu agar anak lebih bisa menyerap kata.

Komunikasi mata adalah salah satu cara lain untuk menstimulasi bicara anak. Ketika bicara dengan anak, tataplah matanya sesering mungkin. Anak akan belajar melihat orang selama berkomunikasi. Anak belajar banyak mengenai kita melalui ekspresi wajah dan gerak bibir. Mereka memperhatikan cara mulut kita ketika berbicara.

Lalu cara yang bagaimana untuk menstimulasi anak yang lambat bicara? Beri ruang yang cukup pada anak anda. Ketika anak mencoba untuk berkomunikasi dengan kita dan kita tahu apa yang mereka inginkan, berikan waktu sebentar agar mereka bisa mengatakannya. Cara ini akan membantu vokal mereka dan mencoba mengucapkan kata. Biarkan mereka menemukan caranya sendiri, jangan terlalu sering dibantu.