Bagaimana Menjelaskan Anak Mengenai Pemenang dan Kalah

Setiap orang tua tentu menghendaki agar anaknya selalu menjadi pemenang dan menjadi nomor satu. Namun kondisi ini membuat orangtua seringkali lupa mengajarkan anak bahwa dalam kehidupan ada yang namanya menang dan kalah. Oleh karena itu, tugas orang tua adalah untuk memberikan gambaran dan membentuk kepribadian anak sehingga ia dapat menganggap menang atau kalah adalah hal yang biasa, bisa silih berganti.

Ada banyak kegiatan yang dapat memberikan pemahaman kepada anak sejak dini tentang menang dan kalah. Di sini dibutuhkan peran orangtua dan lingkungan anak untuk memberikan dukungan kepada apabila ia mengalami suatu kekalahan. Ketika emosi orang tua naik turun saat mendapati anak mengalami kekalahan, maka otomatis akan berpengaruh pada kestabilan emosi anak dan anak akan menyimpan pada memory alam bawah sadarnya bahwa kekalahan hal yang patut disesali dan tidak boleh ia alami. Anak yang mengalami hal ini akan cenderung memiliki perilaku emosi yang negatif dan agresif karena mengganggap bahwa ia harus menjadi pemenang. Lalu bagaimana cara kita sebagai orangtua menghadapi hal ini?

Bagaimana Menjelaskan Anak Mengenai Pemenang dan KalahMendampingi anak saat mengalami kemenangan dan kekalahan serta mengajarkan cara meluapkan perasaannya adalah cara yang harus dilakukan para orangtua. Anak tentu akan membutuhkan tempat untuk berbagi perasaannya ketika ia mengalami menang dan kalah. Bila ia mengalami kekalahan, berikan dukungan dan pengertian bahwa setiap orang memiliki kekurangan dan kelebihan. Kalah pun merupakan bagian dari proses kerja keras dan usaha, ketika anak mulai dihargai hasilnya akan membantu dalam segala prestasi untuk membuatnya percaya diri.

Ajak anak memahami kekurangannya dan mengajaknya untuk lebih giat lagi dalam berusaha sesuai kemampuannya. Apabila anak mendapatkan kemenangan maka ajarkan untuk bersyukur mendapatkan nikmat dari Tuhan serta tak tenggelam dalam euphoria kemenangan. Berikan pengertian bahwa masa depannya masih panjang, masih banyak usaha usaha lainnya untuk mendapatkan kemenangan serta tetap harus menghargai rekan-rekan lainnya yang memiliki prestasi dibawahnya.

Memberikan motivasi bagi anak saat ia sedang berusaha keras meraih juara adalah salah satu cara yang terbaik. Namun ajarkan anak Anda untuk menghargai sebuah proses bukan hasil akhir, dengan begitu dia lebih mudah memahami arti menang dan kalah. Pola asuh orang tua yang demikian akan menumbuhkan rasa percaya diri, tidak mudah menyerah, dan lebih menerima kekurangan di dalam diri anak sehingga anak tidak terbebani dalam menjalani hari-harinya.