Apakah Imunisasi Berbahaya Bagi Balita?

Benarkah Imunisasi Itu Berbahaya Bagi Balita? Pertanyaan semacam ini kerap kali muncul karena banyaknya mitos mengenai imunisasi yang beredar di masyarakat akibat kurangnya pemahaman akan pentingnya imunisasi pada balita. Sebenarnya imunisasi diberikan pada balita dengan tujuan merangsang pembentukan antibodi agar tubuh kebal terhadap jenis bakteri atau virus tertentu sehingga balita terhindar dari penularan penyakit-penyakit yang berbahaya. Untuk mengetahui lebih jelas apakah benarkah imunisasi itu berbahaya atau tidak, mari kita simak beberapa penjelasan berikut.

Imunisasi Tidak Berbahaya

Badan resmi pengawas dan peneliti vaksin biasanya terdiri dari para dokter ahli penyakit infeksi, farmakologi, imunologi, mikrobiologi, epidemiologi serta biostatistika. Hampir semua negara di seluruh dunia mendukung pemberian imunisasi pada bayi dan balita. Di Indonesia, misalnya program imunisasi medapat dukungan penuh dari pemerintah sampai ke tingkat rt/rw. Hampir semua rt/rw memiliki posyandu dimana para kadernya menyebar-luaskan pemahaman mengenai pentingnya imunisasi pada balita. Beberapa jenis imunisasi wajib bahkan diberikan secara gratis oleh pemerintah melalui puskesmas.

Jika imunisasi memang berbahaya bagi balita, tentu saja program pemberian imunisasi tersebut di atas tidak akan berjalan dengan baik dan tidak akan mendapat dukungan dari pemerintah manapun. Fakta tersebut menjawab pertanyaan Benarkah Imunisasi Itu Berbahaya Bagi Balita?

Reaksi Pasca Imunisasi

Beberapa balita mungkin mengalami demam, ruam, bengkak atau gatal pada bekas suntikan imunisasi; sebenarnya semua itu adalah reaksi normal setelah vaksin dimasukkan ke dalam tubuh. Masalah tersebut seringkali hilang sendiri dalam waktu singkat. Sebagai antisipasi, biasanya petugas kesehatan yang memberikan imunisasi menyarankan pemberian penurun panas atau parasetamol untuk meringankan keluhan pasca imunisasi. Dalam waktu 4 sampai 6 minggu pasca imunisasi, tubuh akan membentuk antibodi yang dapat mencegah penularan penyakit tertentu dengan lebih efektif, sehingga balita tidak mudah tertular dan juga tidak menularkan kepada balita lainnya.

Yang perlu digaris-bawahi adalah bahwa pemberian imunisasi tidak 100 % melindungi balita. Beberapa balita yang telah diimunisasi masih dapat tertular penyakit tertentu, namun dalam tingkat yang jauh lebih ringan dan tidak berbahaya. Dalam keadaan wabah penyakit tersebut, balita yang tidak mendapat diimunisasi lengkap bisa menderita sakit berat bahkan sampai cacat atau meninggal dunia.

Nah, setelah pemaparan di atas, Benarkah Imunisasi Itu Berbahaya Bagi Balita? Jawabannya, tidak benar. Imunisasi tidak berbahaya, bahkan sangat penting untuk meningkatkan kekebalan tubuh balita. Jadi, mari lakukan imunisasi untuk balita kita.