Amankah Persalinan dengan Alat Bantu Vakum

Proses melahirkan dengan alat bantu vakum menjadi momok tersendiri bagi sebagian Ibu hamil.  Rumor yang beredar di masyarakat mengenai alat bantu vakum ini mencemaskan Ibu hamil yang ingin melahirkan normal.  Rumor bahwa melahirkan dengan alat bantu vakum bisa mengurangi kecerdasan anak dan menghambat pertumbuhan otak.

Padahal, proses persalinan dengan vakum aman apabila dilakukan oleh tenaga medis yang terlatih dan kompeten. Anak-anak yang dilahirkan dengan alat bantu vakum memiliki kualitas yang sama dengan anak-anak yang dilahirkan secara normal tanpa bantuan alat.

Keputusan untuk melakukan proses persalinan dengan alat bantu vakum juga melalui pertimbangan medis. Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan misalnya faktor gawat janin, Ibu yang menderita preeklamsia berat dan sakit jantung. Pada dasarnya, apapun proses persalinan pasti memiliki resiko sendiri.

Yang perlu diperhatikan saat dilakukan vakum adalah cup atau mangkuk tidak boleh dipasang di ubun-ubun besar. Tekanan yang dilakukan harus bertahap. Cup dengan tekanan negatif tidak boleh terpasang lebih dari 30 menit. Vakum tidak boleh pada bayi prematur.

Kekurangan dan Kelebihan

  1. Kelebihan :
    •  sisi biaya jauh lebih murah dari pada tindakan operasi caesar
    • mempercepat proses kelahiran bayi dan
    • bisa menyelamatkan satu atau dua nyawa sekaligus.

   2.  Kekurangan :

    • efek langsung yang terlihat pada bayi pasca dilakukan proses vakum adalah terbentuknya kulit kepala yang menonjol atau terlihat “panjul”. Tepatnya pada bekas alat vakum yang ditempelkan pada kulit kepala bayi. Hal ini terjadi karena tarikan alat vakum saat mengeluarkan kepala bayi. Namun Anda tidak perlu khawatir karena bekas tonjolan ini akan hilang dalam waktu 3-4 minggu. Dokter akan memberikan obat untuk membuat tonjolan kulit kepala bayi yang menonjol menjadi normal kembali.
    • Pada sebagian Ibu yang melakukan persalinan dengan alat bantu vakum akan mengalami trauma persalinan, pendarahan, robekan pada jalan lahir akibat episitiomi yang dilakukan dokter, infeksi, robekan pada bibir vagina akibat terjepit kepala bayi dan cup.

Persalinan memang memiliki resiko pada ibu dan bayi, tetapi dengan keahlian penolong persalinan diharapkan resiko bisa diminimalisasi dengan mempertimbangkan faktor medis dan kondisi ibu serta bayi.