Adaptasi Balita dengan Lingkungan

Tumbuh kembang balita umur 2 tahun secara psikologis dan emosional  barangkali luput dari perhatian kebanyakan orangtua. Salah satu bentuk tumbuh kembang secara psikologis dan emosional adalah kemampuan balita unuk beradaptasi dan sosialisasi. Kemampuan sosialisasi balita diawali dengan kemampuan adaptasinya terhadap lingkungan baru. Adaptasi balita dengan lingkungan barunya sebaiknya jangan terlalu dipaksakan dengan penuh ketergesa-gesaan, karena justru bisa menjadi bumerang dan anak juga akan menjadi tertekan.
 

Jenis Lingkungan

Terdapat beberapa jenis lingkungan dan tempat yang perlu dikenalkan pada balita secara bertahap agar adaptasi balita dengan lingkungan barunya menjadi lebih nyaman dan terkendali, yaitu:

  • Tetangga.
    Ajak balita berkunjung ke rumah tetangga. Akan lebih baik jika tetangga yang dikunjungi juga memiliki anak balita, sehingga kemampuan adaptasi dan sosialnya bisa bertambah.
  • Rumah kerabat.
    Ajak balita berkunjung ke rumah kerabat agar balita saling mengenal anggota kerabatnya yang lain. Jika balita sudah merasa nyaman, tidak ada salahnya sesekali menginap.
  • Taman bermain.
    Ajak balita ke tempat-tempat umum yang banyak dikunjungi oleh sesama balita, sehingga balita bisa mengembangkan kemampuan sosialnya.

 

Tips  agar balita bisa beradaptasi dengan lingkungan

Berikut ini beberapa tips agar adaptasi balita dengan lingkungan barunya dapat dilakukan dengan nyaman sebagaimana diolah dari berbagai sumber, yaitu:

  • Menemani.
    Orangtua hendaknya tetap setia menemani, walaupun balita berada pada lingkungan kerabatnya. Balita masih membutuhkan orang yang dikenalnya sebagai tempat berlindung dan mencari rasa aman.
  • Beri gambaran positif.
    Beri gambaran positif tentang lingkungan baru yang hendak dikunjungi. Hubungkan dengan kesukaan balita terhadap suatu kegiatan yang menjadi kebiasaannya.
  • Frekuensi.
    Lakukan kunjungan ke tempat yang baru sesering mungkin. Melakukan kegiatan dengan frekuensi sering dan durasi pendek lebih baik daripada melakukan kunjungan dengan frekuensi jarang dan durasi panjang.

Beberapa jenis dan tips agar adaptasi balita dengan lingkungan barunya di atas berhasil dilakukan dengan baik, ada baiknya orangtua memiliki kesabaran dan mengetahui kondisi dan jenis anak. Jangan sampai proses adaptasi balita yang sedang berlangsung diwarnai dengan paksaan dan ancaman. Semoga bermanfaat.