Adakah Komplikasi Demam Pada Anak?

Demam pada anak memang bukan hal baru, hampir sebagian anak dan balita pernah mengalaminya. Penyebabnya berbagai macam, bisa karena infeksi virus, bakteri atau hanya efek dari imunisasi. Memang tidak semua demam mengkhawatirkan, namun penyakit demam tetap perlu diwaspadai dan dipantau. Demam akibat imunisasi biasanya akan hilang setelah 1 x 24 jam, sedangkan demam yang merupakan gejala suatu infeksi atau adanya peradangan perlu mendapatkan penanganan, minimal pemberian obat panas dan kompres hangat.

Adakah komplikasi demam pada anak?

Demam pada anak seperti demam pada umumnya dapat menimbulkan komplikasi baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Demam yang tidak tertangani dengan baik dapat menyebabkan suhu tubuh terus meningkat, kaki dan tangan dingin, tubuh menggigil  . Pada beberapa kasus demam dapat menyebabkan aliran oksigen ke otak terhambat, akibatnya tubuh menggigil, kuku dan jari-jari membiru dan anak bisa kejang. Biasanya ini menimpa anak dan balita yang memang mempunyai daya tahan terhadap panas tinggi rendah, sehingga sedikit saja panas tubuhnya meninggi anak akan mengalami kejang bila tak segera tertangani.

Demam pada anak juga dapat menimbulkan komplikasi yang berbahaya untuk jangka panjang. Pada anak yang sering mengalami panas tinggi hingga kejang, anak memiliki potensi mengalami gangguan syaraf bahkan epilepsi akibat kerusakan saraf otak. Akibatnya kecerdasan otak anak menjadi berkurang. Adakah komplikasi demam pada anak dalam jangka pendek? Tentu saja! Komplikasi demam dalam jangka pendek yang sering terjadi adalah dehidrasi yang ditandai dengan mata cekung dan elastisitas kulit berkurang, anak terlihat lemas dengan bibir kering dan pecah-pecah. Demam juga dapat menyebabkan nafas menjadi sesak dan kesadaran menurun, dan bila hal ini terjadi pada anak anda langkah yang terbaik adalah segera membawanya ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan, karena bila tidak kondisi tersebut dapat mengancam nyawanya.

Jadi, walaupun demam bukan suatu penyakit melainkan reaksi tubuh dalam menangkal virus dan bakteri penyakit, tetap saja kewaspadaan perlu untuk dilakukan agar senantiasa sigap menangani adakah komplikasi demam pada anak.