3 Cara Mendidik Anak 5 Tahun Puasa

Mendidik anak 5 tahun puasa bukan termasuk hal yang mudah ataupun sulit dilakukan oleh sebagian besar orang tua. Hal tersebut terjadi karena biasanya anak usia 5 tahun masih banyak membutuhkan bimbingan dan motivasi dari kedua orang tuanya. Apalagi kondisi psikologi anak beragam antara satu dengan yang lain. Kadang juga banyak orang tua yang membutuhkan cara untuk mempersiapkan diri mendidik anak usia 5 tahun untuk melakukan puasa terutama puasa wajib.

Mendidik anak melakukan puasa wajib seperti puasa Ramadhan, biasanya menjadi keinginan tersendiri bagi para orang tua umumnya. Harapan mereka tentunya ingin menjadikan anak sejak usia dini mampu melakukan kewajibannya sebagai seorang hamba Tuhan yang memiliki ketakwaan lebih baik di setiap waktunya. Selain itu, hal tersebut penting bagi anak untuk masa usianya yang mendatang.

Mendidik Anak Puasa

Umumnya, anak usia 5 tahun belum dapat menahan lapar dalam waktu lama seperti halnya orang dewasa. Oleh karena itu, orang tua harus mempersiapkan diri melatih mendidik anak 5 tahun puasa agar mereka belajar secara bertahap menahan lapar dengan tujuan latihan puasa. Sebaliknya, masih ada juga orang tua yang belum melatih anaknya pada usia 5 tahun dan menunggu anak siap untuk puasa.
Semua langkah yang dilakukan oleh para orang tua tersebut disesuaikan dengan kondisi anak. Tepat sekali jika orang tua mulai melatih anaknya untuk menahan lapar atau puasa setengah hari sebagai salah satu upaya optimal orang tua serta anak mereka. Meski demikian, upaya untuk melatih serta mendidik anak dengan cara seperti apapun, juga harus didasari rasa kasih sayang bukan tuntutan apalagi paksaan agar anak menuruti keinginan orang tuanya.
Para orang tua harus dapat memberikan kelonggaran pilihan pada anak untuk kapan mulai latihan puasa. Tentu saja dalam hal ini orang tua harus tetap mengkondisikan diri anak serta memotivasinya agar semangat latihan melakukan puasa wajib utamanya muncul dengan penuh kesadaran. Tugas orang tua dalam hal tersebut tentu harus didorong oleh pemahaman orang tua mengenai pentingnya puasa untuk dilakukan sejak dini.

3 Cara Menguatkan Semangat Dalam Mendidik Anak Puasa

Latihan puasa memiliki arti penting, baik bagi anak maupun orang tua. Jika sejak usia dini anak dibiasakan memahami arti takwa yang sebenarnya, maka hingga dewasa nanti ia akan terbiasa. Orang tua pun akan bahagia memiliki anak yang sejak dini dibentuk menjadi hamba yang bertakwa kepada Tuhan. Berikut ini cara untuk menguatkan semangat anak dalam upaya melatih serta mendidik anak berpuasa.

  1. Sosok orang tua akan menjadi panutan serta teladan anaknya sejak dini. Karenanya, orang tua harus berupaya secara kontinyu untuk memberikan contoh atau teladan, baik tingkah laku ataupun perkataan yang mencerminkan ketakwaan kepada Tuhan, salah satunya melakukan puasa wajib yang diperintahkan Tuhan. Anak senantiasa dimantapkan bahwa Tuhan yang menciptakan seluruh isi alam semesta ini. Adanya gunung, langit, awan, bumi dan sebagainya menjadi petunjuk adanya kekuasaan Tuhan.
  2. Puasa wajib merupakan puasa yang harus dikerjakan oleh manusia yang sudah memenuhi syaratnya. Silakan disampaikan kepada anak secara bertahap bahwa Tuhanlah yang mewajibkannya. Jadi, manusia tidak diperbolehkan melanggarnya jika ia telah memenuhi syarat harus melakukannya.
  3. Anak harus mengetahui balasan yang diberikan Tuhan jika mereka melaksanakan kewajiban dari Tuhan. Surga dan neraka adalah hal yang harus diceritakan kepada anak sebagai dua tempat yang akan menjadi balasan dari Tuhan.

Hal utama yang harus diperhatikan yaitu penggunaan bahasa dan pilihan kata yang digunakan dalam menguatkan semangat anak, tentunya bahasa anak. Maksudnya adalah bahasa yang mudah dipahami oleh anak utamanya usia 5 tahun. Jangan melupakan doa juga agar anak mudah untuk diarahkan ke arah kebaikan.

Semoga dengan mendidik anak 5 tahun puasa, anak menjadi buah hati yang taat kepada Tuhannya begitupula semua anggota keluarga lainnya.